Detak.media — Saham PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK) melesat 112% sepanjang pekan 6-10 Juli 2026, dengan investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp 158,55 juta.
Pada penutupan Jumat, 10 Juli 2026, harga saham NTBK naik 17,78% menjadi Rp 106 per saham. Volume perdagangan tercatat 975,03 juta saham dengan frekuensi 50.403 kali dan nilai transaksi Rp 100,06 miliar.
Rekomendasi Broker Dan Level Teknis
BRI Danareksa Sekuritas memasukkan NTBK dalam daftar saham pilihan untuk perdagangan hari Senin, 13 Juli 2026. Broker menyebutkan adanya lonjakan harga dan volume yang signifikan.
“Terakhir, resistance pada level 96 tertembus dan membuka peluang penguatan lebih lanjut hingga resistance selanjutnya pada 111-120,”
Rencana Rights Issue dan Kabar Partner Strategis
BRI Danareksa Sekuritas menyatakan NTBK tengah mempersiapkan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue dengan target dana segar mencapai Rp 500 miliar.
Perusahaan berencana menerbitkan 2,5 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 200 per saham.
Sebelumnya, perseroan menyampaikan keterbukaan informasi pada 25 Mei 2026 terkait kabar masuknya partner strategis pada salah satu anak usaha.
Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan pelaku pasar, anak usaha NTBK dikabarkan mendapat partner strategis dari Magma Capital Resources Private Ltd melalui PT MCR Bangun Persada untuk kegiatan perdagangan mineral dan batu bara. Termasuk di dalamnya penggunaan EV truck milik NTBK untuk pengangkutan dari tambang ke pelabuhan.
Langkah tersebut disebut berpotensi mengembangkan pasar batu bara hingga 500.000 MT per bulan.
Implikasi Pendanaan dan Ekspansi
Jika hak memesan efek serta kerja sama dengan partner strategis terealisasi sesuai rencana, kombinasi dana rights issue Rp 500 miliar dan pendapatan dari perdagangan mineral dan batu bara akan menjadi sumber pendanaan bagi pengembangan usaha grup.
Abdurrahman Assegaf, salah satu pengamat pasar, menilai strategi pendanaan itu menunjukkan NTBK tidak semata mengandalkan penggalangan dana di pasar modal, melainkan juga membuka peluang kolaborasi dengan partner yang memiliki jaringan lebih luas.
Masuknya partner strategis dinilai dapat memberikan nilai tambah dari sisi modal serta percepatan ekspansi usaha, pengembangan proyek, dan peningkatan kapasitas operasional anak perusahaan.
Saat ini pelaku pasar memantau realisasi kerja sama strategis tersebut dan agenda korporasi lain yang mungkin menyusul setelah rights issue berjalan. Bagi investor, kombinasi pendanaan publik dan dukungan partner strategis tercatat sebagai salah satu katalis yang layak dicermati.
Ikuti Detak.media
