Detak.media — Analisis terbaru menyebut kinerja PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) diperkirakan melambat setelah musim Lebaran meski target harga saham perusahaan dinaikkan.
BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menilai ruang pertumbuhan MAPI bakal terbatas seiring normalisasi permintaan pasca-Lebaran dan menurunnya penjualan digital, namun menyesuaikan target harga saham ke level yang lebih tinggi.
BRIDS mencatat periode sebelumnya menunjukkan peningkatan kinerja MAPI, dimana Same Store Sales Growth (SSSG) naik 13,3% dan penjualan tumbuh 32% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal I-2026.
Dalam riset yang disusun Christy Halim dan Sabela Nur Amalina dan dipublikasikan pada Rabu (15/7/2026), BRIDS menyatakan peningkatan itu sebagian didorong oleh faktor musiman Lebaran dan lonjakan penjualan iPhone.
“Seiring normalisasi penjualan digital dan meredanya permintaan pasca-Lebaran, kami memperkirakan, SSSG pada kuartal II-2026 akan melambat meski tetap berada di zona positif jika dikomparasikan dengan kuartal II-2025 yang -3,5%,” jelas kedua analis.
Manajemen MAPI tetap optimistis dan mempertahankan panduan pertumbuhan SSSG di kisaran low-single-digit. Perseroan juga membidik pertumbuhan penjualan di level high-single-digit serta menargetkan pembukaan 560 gerai baru.
Kontribusi Anak Usaha dan Ekspansi
BRIDS memperkirakan anak usaha PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) akan terus menjadi penopang, memberikan kontribusi sekitar 45,7% terhadap total penjualan MAPI sepanjang tahun buku 2026.
MAPA dipandang akan melanjutkan ekspansi dan mendapat potensi pertumbuhan tambahan dari akuisisi Sports Direct.
Sementara itu, PT MAP Boga Adiperkasa Tbk (MAPB) yang mengoperasikan bisnis makanan dan minuman termasuk Starbucks menunjukkan tanda pemulihan setelah rasionalisasi gerai, tercermin dari kenaikan penjualan 12% pada kuartal I-2026.
“Kami memproyeksikan MAPA membukukan pertumbuhan sebesar 11,5% secara yoy. Sedangkan, MAPB cenderung stabil dengan pertumbuhan relatif datar sehingga pendapatan MAPI secara konsolidasi diperkirakan tumbuh 9,2% secara yoy,” tulis BRIDS.
Revisi Laba, Target Harga, dan Rekomendasi
Atas asumsi perlambatan kinerja, BRIDS memangkas proyeksi laba MAPI sebesar 17,6% untuk tahun buku 2026 dan 11,4% untuk tahun buku 2027.
BRIDS menjelaskan pemangkasan laba mencerminkan asumsi SSSG yang direvisi lebih rendah masing-masing menjadi 5,8% dan 6,2% dibandingkan proyeksi sebelumnya 6,2% dan 7,5%. Penyesuaian juga mempertimbangkan perlambatan pembukaan gerai MAPA dan prospek margin kotor yang melemah akibat perubahan bauran produk.
“Dengan revisi tersebut, kami memperkirakan laba MAPI tumbuh sebesar 6,1% pada FY26F dan 13,6% pada FY27F. Meski, laba diestimasikan turun, kami menaikkan target harga MAPI menjadi Rp1.600,” beber BRIDS.
Penyesuaian target harga didasarkan pada valuasi rata-rata price-to-earnings (PE) tiga tahun sebesar 11,9x PE FY26F. Sebelumnya, BRIDS memakai valuasi -1 standar deviasi dari rata-rata PE tiga tahun.
Di akhir riset, BRIDS mengambil langkah menurunkan rekomendasi saham MAPI menjadi hold karena prospek kenaikan harga saham dianggap semakin terbatas pasca-aksi penawaran tender wajib (Mandatory Tender Offer/MTO). Mereka juga menyatakan preferensi investasi pada MAPA sebagai pilihan utama di sektor ini.
“Kami men- downgrade rekomendasi saham MAPI menjadi h old karena potensi kenaikan harga saham semakin terbatas setelah aksi penawaran tender wajib atau Mandatory Tender Offer (MTO) dan kami lebih merekomendasikan MAPA sebagai pilihan utama di sektor ini,” tutup BRIDS.
Ikuti Detak.media
