— Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa pengelolaan tambang oleh koperasi tidak harus menjadi tugas Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Ia menyatakan koperasi dengan skala usaha besar dan pengalaman bisnis lebih layak diberi tanggung jawab di sektor pertambangan.

Pernyataan itu disampaikan Ferry menjelang rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

“Yang tambang, yang ngelola sawit itu tidak harus koperasi desa,” kata Ferry.

Pembinaan Kementerian Tak Hanya Untuk Kopdes

Ferry menjelaskan ruang lingkup pembinaan Kementerian Koperasi tidak terbatas pada Kopdes Merah Putih. Menurut dia, saat ini terdapat banyak koperasi yang telah beroperasi lama dan bergerak di berbagai sektor strategis, termasuk produksi, distribusi, industri, dan jasa keuangan.

Karena itu, pengelolaan tambang menurut Ferry sebaiknya dipercayakan kepada koperasi yang memiliki skala usaha besar serta pengalaman bisnis memadai. “Kalau menurut pendapat kami koperasi yang tidak hanya koperasi desa, tapi koperasi yang ukurannya besar,” ujarnya.

Dasar Hukum dan Perluasan Kemitraan

Ferry menyatakan keterlibatan koperasi dalam pengelolaan tambang telah memiliki dasar hukum melalui Undang-Undang Mineral dan Batubara (UU Minerba), sehingga membuka peluang partisipasi koperasi di sektor tersebut.

Selain ke pertambangan, Kementerian Koperasi juga mulai mengembangkan kemitraan di sektor perkebunan. Ferry mengungkapkan pihaknya telah menjalin kerja sama dengan PT Agrinas Palma Nusantara untuk mengelola lahan plasma kelapa sawit melalui badan usaha koperasi.

Peluang Di Berbagai Sektor Strategis

Sebelumnya, Ferry menyampaikan bahwa koperasi kini memiliki peluang lebih luas untuk masuk ke berbagai sektor strategis, termasuk mengelola sumur minyak rakyat (em>idle well), tambang mineral, hingga industri pengolahan minyak sawit mentah (em>crude palm oil/CPO).

“Kemudian memperbolehkan koperasi sekarang untuk masuk ke berbagai sektor, mengelola sumur minyak rakyat atau idle well . Koperasi sekarang sudah boleh mengelola tambang mineral,” kata Ferry dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2026).