Detak Media — PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), pemilik merek Jakarta Eye Center, resmi menawarkan 487.983.500 saham pada penawaran umum perdana (IPO). Perusahaan mematok harga IPO sebesar Rp 1.250 per saham sehingga total nilai penawaran mencapai Rp 609,97 miliar.
Saham yang ditawarkan mencakup 325.322.300 saham baru (10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh) serta 162.661.200 saham divestasi milik Waldensius Girsang (5%). Pada masa bookbuilding, perseroan membuka kisaran harga penawaran di Rp 1.200–1.400.
Masa penawaran umum dijadwalkan berlangsung pada 1–3 Juli 2026, sedangkan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia ditetapkan pada 7 Juli 2026. Trimegah Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Alokasi Dana IPO
Dana hasil penawaran dari saham baru akan dialokasikan untuk beberapa pos pembayaran. Sebesar Rp 40 miliar akan digunakan untuk pelunasan sebagian pokok pinjaman kepada PT Bank Central Asia Tbk.
Sekitar Rp 100 miliar akan dipakai untuk pembayaran lebih awal atas sebagian pokok pinjaman kepada PT Bank HSBC Indonesia. Selanjutnya, perseroan menganggarkan Rp 185 miliar untuk disalurkan kepada anak perusahaan.
Susunan Pemegang Saham
Komposisi pemegang saham Nitrasanata Dharma saat ini antara lain PT Sarana Mediatama Metropolitan Tbk (SAME) 28%, Darwan Madja Purba 13,105%, dan PT Magna Selaras Lestari 10,149%.
Magna Selaras Lestari tercatat sebagai pengendali JECX, sedangkan Darwan Madja Purba merupakan pemilik manfaat akhir. Sarana Mediatama Metropolitan merupakan entitas di bawah PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) dengan kepemilikan 84,81% pada SAME.
Kepemilikan saham EMTK antara lain dimiliki oleh Eddy K Sariaatmadja 21,88% dan Anthoni Salim 8,97%.
Profil Perusahaan
PT Nitrasanata Dharma didirikan pada 1 Februari 1984 dengan nama awal Klinik Mata Jakarta (KMJ). Pada 1993, entitas mengadopsi nama Jakarta Eye Center (JEC) dan berkembang menjadi rumah sakit spesialis mata.
Seiring waktu, JEC memperluas layanan dan fasilitas, termasuk pembangunan gedung berkonsep hospitel dan green building di Kedoya pada 2012. Sejak 2015 perseroan melakukan ekspansi organik, merger, akuisisi, dan kemitraan strategis untuk membuka klinik dan rumah sakit di berbagai wilayah, antara lain Jadetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Sulawesi.
Ikuti Detak Media
