— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis pada sesi pertama perdagangan Senin (13/7/2026), meski sentimen geopolitik dari Timur Tengah terus membayangi pasar keuangan global.

Berdasarkan data perdagangan, IHSG naik 6,47 poin atau 0,11% ke level 5.930 pada penutupan sesi pertama.

Sentimen global yang menekan laju pasar Asia berasal dari memanasnya kembali ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Menurut riset Pilarmas Investindo Sekuritas, serangkaian serangan yang melibatkan kedua negara serta ketidakpastian terkait jalur pelayaran di Selat Hormuz membuat pelaku pasar lebih berhati-hati.

“Ketegangan di Timur Tengah dan potensi gangguan pasokan energi global mendorong harga minyak naik dan kembali memunculkan ekspektasi kenaikan suku bunga untuk menahan laju inflasi,” tulis Pilarmas dalam risetnya pada Senin (13/7/2026). Pilarmas juga mencatat saling serang rudal antara kedua negara selama akhir pekan yang menambah kekhawatiran investor atas prospek ekonomi global.

Pasar saat ini juga menantikan serangkaian data ekonomi penting dari Amerika Serikat, terutama data inflasi yang dijadwalkan rilis pekan ini, yang dianggap sebagai indikator arah kebijakan moneter The Fed. Risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Juni 2026 yang dirilis pekan lalu menunjukkan beberapa pejabat The Fed masih melihat alasan untuk menaikkan suku bunga, meski suku bunga acuan dipertahankan.

Pilarmas menegaskan pelaku pasar akan mengamati penampilan perdana Ketua The Fed Kevin Warsh di hadapan Kongres AS pada Selasa (14/7/2026) dan Rabu (15/7/2026) waktu setempat sebagai tambahan petunjuk arah kebijakan suku bunga.

Sentimen Dalam Negeri

Dari domestik, Pilarmas menilai penguatan IHSG masih terbatas meskipun pemerintah menyatakan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semester I-2026 tetap sehat. Sentimen eksternal yang kuat dan belum pulihnya aliran dana asing ke pasar saham Indonesia menjadi faktor pembatas.

Selain itu, Pilarmas menyebut perhatian pasar tertuju pada kasus korupsi yang melibatkan petinggi penegak hukum yang berpotensi memengaruhi persepsi investor terhadap kredibilitas tata kelola dan penegakan hukum di dalam negeri.

Pada sesi pertama perdagangan, sejumlah saham mencatat kenaikan dan penurunan tertinggi sebagai berikut:

  • Saham Dengan Kenaikan Terbesar: BKDP, TAMA, PRDL, ATAP, VKTR
  • Saham Dengan Pelemahan Terdalam: JELI, RBMS, SOSS, SINI, VISI

Untuk sesi perdagangan berikutnya, Pilarmas merekomendasikan saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) dengan rekomendasi buy pada rentang support 1.215 dan resistance 1.500.