Detak.media — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis 2,45 poin atau 0,04% ke level 6.041,9 pada penutupan perdagangan Rabu (15/7/2026).
Kenaikan pasar didorong oleh sejumlah saham LQ45 yang bergerak positif, sementara perdagangan mencatat 348 saham menguat, 286 melemah, dan 331 stagnan dengan total nilai transaksi mencapai Rp 11,6 triliun.
Cuan Dari Top Gainers
Sejumlah saham tercatat melesat signifikan dalam sehari. PT Indal Alumunium Industri Tbk (INAI) melonjak 34,5% ke Rp 179, PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) naik 24,7% ke Rp 272, dan PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) juga meningkat 24,7% menjadi Rp 424.
Selain itu, PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) tercatat naik 24,6% ke Rp 324 dan PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) terkerek 23,1% menjadi Rp 101. Rentang kenaikan pada top gainers hari ini berada di antara 23% sampai 34%.
Sektor Dan Saham Lainnya
Beberapa saham LQ45 lain yang menguat antara lain PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA) yang melonjak 5,17% dan PT Antam Tbk (ANTM) yang melesat 4,1%.
Dari sisi sektoral, mayoritas sektor berakhir di zona hijau. Sektor barang baku menjadi penguat terbesar dengan kenaikan 0,76%, diikuti sektor properti 0,57%, barang konsumen primer 0,49%, transportasi 0,4%, teknologi 0,34%, dan infrastruktur 0,2%.
Sementara itu, sektor yang tertekan meliputi kesehatan turun 1,08%, perindustrian 0,58%, keuangan 0,41%, barang konsumen non-primer 0,27%, dan energi 0,2%.
Saham Yang Melemah
Di sisi lain, beberapa saham tercatat anjlok. PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) turun 9,7% ke Rp 129, PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) melemah 9,4% menjadi Rp 620, dan PT Capital Finance Indonesia Tbk (CASA) jatuh 8,4% menjadi Rp 1.800.
Selain itu, PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI) terkoreksi 6,5% ke Rp 57 dan PT Global Sukses Solusi Tbk (RUNS) turun 5,7% menjadi Rp 66.
Sentimen Pasar
Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut penguatan IHSG sejalan dengan mayoritas bursa Asia yang bergerak di zona hijau setelah data inflasi AS dirilis lebih rendah dari perkiraan pasar.
Menurut Pilarmas, pasar masih mencermati arah kebijakan bank sentral AS. “Ketua The Fed Kevin Warsh kembali menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas harga, namun belum memberikan sinyal kebijakan moneter yang lebih agresif,” kata Pilarmas.
Rumus Pilarmas menyebut pasar memperkirakan peluang sekitar 50% bagi The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga pada September mendatang, terutama karena meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran yang mendorong kenaikan harga minyak dan menjaga tekanan inflasi.
Dari domestik, Pilarmas menyatakan sentimen positif datang setelah pemerintah memastikan tidak akan menaikkan tarif pajak sebagai upaya meningkatkan penerimaan negara. Kebijakan itu dinilai menjadi angin segar bagi dunia usaha karena mengurangi risiko kenaikan beban pajak sekaligus menjaga daya saing perusahaan.
Ikuti Detak.media
