— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (2/7/2026). Sentimen negatif datang dari pelemahan indeks di bursa Wall Street, aksi jual investor asing, serta pelemahan nilai tukar rupiah.

Sementara itu, kenaikan harga komoditas mineral logam berpotensi menjadi katalis positif bagi pergerakan indeks.

Dalam ulasan, CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG bergerak bervariasi namun cenderung menguat dengan kisaran support 5.610-5.525 dan resist 5.780-5.865.

Pergerakan Bursa Global

Mengawali Juli, indeks di Wall Street ditutup melemah tipis karena aksi ambil untung pada saham produsen chip yang sebelumnya mencatatkan kenaikan signifikan.

Dua emiten chip tercatat turun tajam, yakni Micron Technology melemah 10,57% dan Sandisk turun 10,62%. Meskipun terkoreksi, keduanya dari awal tahun masih mencatatkan kenaikan masing-masing sekitar 260% dan 750%.

Saham produsen chip lainnya juga terkoreksi, dengan Nvidia turun 1,25% dan Broadcom turun 2,23%.

Di sisi lain, beberapa saham teknologi berkapitalisasi besar justru menguat, antara lain Meta Platform naik 8,81% setelah perusahaan tersebut menyatakan akan masuk bisnis komputasi awan, Microsoft naik 3,02%, dan Apple naik 1,73%.

Rekomendasi Saham Untuk Trading

CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan enam saham untuk aktivitas trading pada hari ini, yaitu:

  • ERAA
  • JPFA
  • TINS
  • MBMA
  • MDKA
  • BBCA

Rekomendasi tersebut disampaikan dalam ulasan pasar yang dirilis pada Kamis (2/7/2026).