— Saham PT Bach Multi Global Tbk (BACH) tercatat terjadi transaksi besar di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 14 Juli 2026.

Data RTI per pukul 10.20 WIB menunjukkan 10.422.273 lot saham BACH diperdagangkan di pasar negosiasi BEI pada harga Rp 442 per saham sekali transaksi, dengan nilai keseluruhan mencapai Rp 460,7 miliar dan frekuensi 1 kali.

Sampai berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari manajemen terkait transaksi di pasar negosiasi tersebut.

Perjanjian Opsi yang Mengubah Struktur Kepemilikan

Berdasarkan prospektus IPO BACH, pada 7 Januari 2026 pemegang saham BACH, yakni PT Global Telekomunikasi Prima (GTP) dan PT Bach Multi Sukses Investama (BMSI), menandatangani perjanjian opsi. GTP adalah entitas Grup Djarum melalui Iforte.

Dalam perjanjian opsi itu, BMSI setuju memberikan hak opsi kepada GTP yang mewajibkan BMSI menjual sejumlah saham sehingga, jika digabungkan dengan saham yang dimiliki GTP saat pemberitahuan pelaksanaan opsi, kepemilikan GTP akan setara dengan 51% dari modal ditempatkan dan disetor penuh BACH setelah pelaksanaan IPO.

Manajemen BACH menegaskan dalam prospektus bahwa pelaksanaan hak opsi tersebut “tidak dapat dibatalkan oleh GTP.”

Pemberitahuan Pelaksanaan Opsi dan Harga

Pada 13 Maret 2026, GTP mengirimkan pemberitahuan tertulis kepada BMSI bahwa GTP akan melaksanakan hak opsi dan meminta BMSI menjual 1.042.227.300 saham BACH milik BMSI.

Harga pelaksanaan opsi ditetapkan pada harga penawaran, yaitu Rp 442 per saham. Penyelesaian transaksi jual beli saham opsi dijadwalkan paling lambat lima hari kerja setelah pencatatan saham BACH di BEI.

Manajemen BACH menyatakan, “Setelah tanggal penyelesaian opsi, GTP akan mempunyai kepemilikan saham dalam perseroan sebesar  51% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah pelaksanaan penawaran umum perdana saham perseroan,” terang manajemen BACH.

Proforma Setelah IPO

Dalam prospektus, manajemen memaparkan proforma modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO dan pelaksanaan pembelian saham BMSI oleh GTP. Dalam skenario itu, BMSI memegang 26,77% saham BACH, GTP memegang 51% saham, dan masyarakat memegang 15,06% saham.

Rincian IPO dan Profil Perusahaan

Bach Multi Global melakukan pencatatan perdana di BEI pada 8 Juli 2026. Per 14 Juli, saham BACH tercatat memasuki hari kerja keempat sejak listing perdana.

Perusahaan melepas 15,06% saham ke publik melalui IPO dengan harga Rp 442 per saham, sehingga keseluruhan nilai IPO mencapai Rp 271,83 miliar.

Perseroan berdiri pada September 2006. Awalnya fokus menjual genset untuk kebutuhan daya kelistrikan, khususnya sektor telekomunikasi. Sejalan dengan peningkatan kebutuhan daya dan perkembangan infrastruktur telekomunikasi, Bach Multi Global memperluas usaha menjadi penyedia jasa konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi serta penjualan dan penyewaan genset untuk sektor non-telekomunikasi.

Pergerakan Saham di Pasar Reguler

Di pasar reguler BEI, pada saat berita ini disusun, saham BACH turun 0,97% ke level Rp 510.