Detak.media — PT Global Telekomunikasi Prima (GTP), entitas Grup Djarum, menyampaikan realisasi pelaksanaan opsi pembelian saham PT Bach Multi Global Tbk (BACH). Pelaksanaan opsi dilakukan pada 14 Juli 2026 dengan harga Rp 442 per saham.
Jumlah saham yang dibeli GTP sebanyak 1.042.227.300 saham senilai total Rp 460,66 miliar. “Tujuan transaksi pelaksanaan perjanjian opsi,” sebut keterangan GTP dikutip Rabu (15/7/2026).
Setelah transaksi tersebut, GTP memiliki 2.083.059.300 saham BACH atau setara 51% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, naik dari kepemilikan sebelumnya sebanyak 1.040.832.000 saham atau 25,48%.
Perjanjian Opsi Antara GTP dan BMSI
Mengacu prospektus IPO Bach Multi Global, pada 7 Januari 2026 pemegang saham BACH, yakni PT Global Telekomunikasi Prima (GTP) dan PT Bach Multi Sukses Investama (BMSI), menandatangani perjanjian opsi. GTP merupakan entitas Grup Djarum melalui Iforte.
Dalam perjanjian itu, BMSI memberi hak opsi kepada GTP yang mewajibkan BMSI untuk menjual saham sehingga jika digabungkan dengan saham yang dimiliki GTP saat pemberitahuan pelaksanaan opsi akan setara dengan 51% modal ditempatkan dan disetor penuh BACH setelah IPO. Dengan pelaksanaan hak opsi ini, Grup Djarum memperoleh mayoritas kepemilikan di BACH.
Manajemen BACH menegaskan dalam prospektus bahwa pelaksanaan hak opsi tersebut tidak dapat dibatalkan oleh GTP.
Pada 13 Maret 2026, GTP memberi pemberitahuan tertulis kepada BMSI bahwa GTP akan melaksanakan hak opsinya dengan meminta BMSI menjual 1.042.227.300 saham BACH. Harga pelaksanaan ditetapkan sama dengan harga penawaran, yaitu Rp 442 per saham.
Pelaksanaan transaksi jual beli saham opsi dijadwalkan diselesaikan tidak lebih dari lima hari kerja setelah tanggal pencatatan saham BACH di Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Setelah tanggal penyelesaian opsi, GTP akan mempunyai kepemilikan saham dalam perseroan sebesar 51% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah pelaksanaan penawaran umum perdana saham perseroan,” terang manajemen BACH.
Proforma Kepemilikan Setelah IPO
Manajemen BACH memaparkan proforma modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO dan setelah pelaksanaan pembelian saham BMSI oleh GTP. Dalam skenario itu, BMSI memegang 26,77% saham BACH, GTP 51% saham, dan masyarakat 15,06% saham.
Bach Multi Global melakukan pencatatan perdana di BEI pada 8 Juli 2026. Tanggal 14 Juli 2026 merupakan hari kerja keempat setelah listing perdana.
BACH melepas 15,06% saham ke publik melalui IPO dengan harga Rp 442 per saham, sehingga keseluruhan nilai IPO sebesar Rp 271,83 miliar.
Profil Perusahaan dan Pergerakan Saham
Perseroan didirikan pada September 2006 dan awalnya bergerak di penjualan genset untuk kebutuhan daya kelistrikan, terutama bagi sektor telekomunikasi. Seiring tumbuhnya kebutuhan daya dan berkembangnya infrastruktur telekomunikasi di Indonesia, perusahaan memperluas layanan menjadi penyedia jasa konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi, serta penjualan dan penyewaan genset untuk sektor non-telekomunikasi.
Di pasar reguler BEI, saat berita ini disusun, saham BACH menguat 2,73% ke Rp 565 per saham.
Ikuti Detak.media
