Detak.media — JAKARTA — Emiten Grup Lippo, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), mengumumkan rencana pemecahan saham (stock split) dengan rasio 1:25.
Manajemen menjelaskan pemecahan saham itu akan mengubah nilai nominal saham perseroan dari Rp 100 per lembar menjadi Rp 4 per lembar.
“Jumlah modal ditempatkan dan disetor dari sebelum stock split 1.875.000.000 saham menjadi 46.875.000.000 saham setelah stock split,” terang manajemen MLPT dalam keterbukaan informasi, Rabu (15/7/2026).
MLPT telah menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 29 Juni 2026 untuk menyetujui langkah ini.
Perubahan nilai nominal itu akan efektif pada awal perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 21 Juli 2026.
Pergerakan Harga dan Perkiraan Pascasplit
Saat pengumuman, saham Multipolar Technology (MLPT) tercatat naik 2,54% ke Rp 19.200 pada akhir sesi I perdagangan 15 Juli 2026.
Sejak 9 Juli 2026, saham MLPT bergerak di zona hijau dan dalam sepekan terakhir menguat 7,26%.
Dengan asumsi harga penutupan Rp 19.200 dan rasio stock split 1:25, maka harga per saham setelah pemecahan diperkirakan berada di kisaran Rp 700-an.
Pengumuman Bursa Soal Konsentrasi Kepemilikan
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan saham MLPT masuk dalam kategori high shareholding concentration (HSC).
Berdasarkan metodologi penentuan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atas struktur kepemilikan saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat per 30 Juni 2026, BEI mencatat sejumlah pemegang saham menguasai secara agregat 99,42% dari total saham MLPT dalam bentuk warkat dan tanpa warkat.
“Pengumuman ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang- undangan dan ketentuan yang berlaku di bidang pasar modal,” ungkap pengumuman BEI tertanggal 14 Juli 2026.
Ikuti Detak.media
