— PT Jasa Marga (Persero) Tbk mempercepat transformasi bisnis untuk menciptakan nilai ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. Perusahaan menggeser strategi dari orientasi pertumbuhan berbasis infrastruktur (growth-oriented) menuju penciptaan nilai berkelanjutan (value-oriented) sesuai arah transformasi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia.

Perubahan ini dimaksudkan agar aset, layanan, dan jaringan jalan tol Jasa Marga Group tidak hanya mendorong pertumbuhan perusahaan, tetapi juga memberi manfaat lebih luas bagi pengguna jalan, masyarakat, investor, dunia usaha, dan negara.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan transformasi menjadi fondasi untuk memperkuat daya saing melalui tata kelola yang baik, inovasi, digitalisasi, pengembangan kapabilitas organisasi, serta peningkatan kualitas pelayanan.

“Keberhasilan perusahaan tidak lagi hanya diukur dari besarnya aset atau panjang jalan tol yang dikelola, tetapi juga dari nilai yang mampu diciptakan bagi masyarakat dan negara. Karena itu, setiap aset, inovasi, dan kilometer jalan tol harus dikelola secara optimal dengan menempatkan pelanggan sebagai pusat strategi bisnis melalui prinsip Know Your Customer,” ujar Rivan.

Paradigma kerja juga bergeser dari infra as a structure menjadi infra as a culture atau infraculture. Pendekatan ini menempatkan Jasa Marga tidak sekadar sebagai pembangun dan operator jalan tol, tetapi juga pengembang ekosistem infrastruktur transportasi yang memperkuat konektivitas, menggerakkan perekonomian, dan memperbaiki pengalaman perjalanan.

“Kami ingin infrastruktur yang dikelola Jasa Marga memberikan manfaat yang lebih besar dari sekadar menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya. Infrastruktur juga harus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, memperkuat kepercayaan publik, dan menciptakan nilai yang berkelanjutan. Inilah semangat infraculture yang terus kami bangun,” jelas Rivan.

Skala Operasi dan Fokus pada Pengalaman Pengguna

Sebagai pengembang dan operator jalan tol terbesar di Indonesia, Jasa Marga menguasai 42% pangsa pasar panjang jalan tol komersial yang telah beroperasi atau sepanjang 1.294 km. Dengan pengalaman lebih dari empat dekade, perusahaan saat ini mengelola 36 konsesi jalan tol dengan total panjang 1.736 km dan melayani sekitar 3,5 juta kendaraan setiap hari.

Skala tersebut mendorong penguatan pengalaman pelanggan (customer experience) melalui layanan berbasis teknologi, peningkatan keandalan operasional, dan perbaikan kualitas interaksi dengan pengguna jalan.

Salah satu implementasi adalah Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), pusat kendali operasional berbasis data yang memantau lalu lintas, menangani insiden, serta mendukung pengambilan keputusan real-time. Integrasi data di JMTC mempercepat respons dan penanganan kendala darurat di lapangan sehingga pengguna jalan dapat merasa lebih aman dan nyaman.

Dialog Ahli dan Pengembangan Layanan Digital

Dalam Expert Sharing Session yang diselenggarakan di JMTC pada Rabu (1/7/2026), akademisi Mohammed Ali Berawi dan praktisi bisnis sekaligus akademisi Rhenald Kasali menjadi narasumber yang membedah topik “Up- scaling Customer Experience (CX) Through Smart, Sustainable, and Connected Mobility Ecosystems”.

“Mobilitas yang cerdas harus saling terintegrasi ke dalam sebuah ekosistem dan saat ini yang dilakukan Jasa Marga sudah sangat baik. Jasa Marga telah memiliki command center yang mengelola data untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis teknologi sebagai inovasi layanan digital. Pengembangan teknologi ini harus diimbangi dengan komitmen terhadap keberlanjutan karena pembangunan hari ini merupakan warisan bagi generasi yang akan datang,” jelas Mohammed Ali Berawi.

Jasa Marga juga mengembangkan layanan personalisasi lewat aplikasi Travoy. Seluruh informasi JMTC dapat diakses pengguna melalui Travoy (Travel with Comfort and Joy) yang didukung lebih dari 3.500 CCTV. Hingga awal Juli 2026, jumlah pengunduh aplikasi Travoy telah mencapai lebih dari 1,3 juta dengan monthly active user pada bulan Juli 2027 dengan lebih dari 130 ribu user.

“Pendekatan digital era baru saat ini ikut mengubah cara masyarakat mengambil keputusan hingga melahirkan ekspektasi pelayanan berbeda yang bertujuan untuk memberikan experience yang lebih baik. Jasa Marga menyempurnakannya menjadi strategi perusahaan menuju customer experience yang lebih baik, salah satunya melalui aplikasi Travoy,” ujar Rhenald Kasali.

Transformasi layanan pusat panggilan juga dilakukan dengan perubahan nomor Call Center dari 14080 menjadi 133, yang meraih predikat Exceptional dan peringkat pertama dalam ajang Contact Center Service Excellence Award 2025.

Rejuvenasi Rest Area dan Dampak Ekonomi

Jasa Marga merejuvenasi rest area sehingga berfungsi bukan hanya sebagai tempat singgah (transit area) tetapi juga destinasi (destination area) yang memberi pengalaman perjalanan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha.

“Rest area harus berkembang menjadi bagian dari ekosistem perjalanan yang memberikan pengalaman, membuka peluang ekonomi, dan memperkuat keterlibatan masyarakat di sepanjang koridor jalan tol,” ujar Rivan.

Kinerja Keuangan dan Pembangunan Jalan Tol Strategis

Transformasi didukung kinerja keuangan positif pada awal 2026. Pada Kuartal I 2026, Jasa Marga mencatatkan Pendapatan Usaha sebesar Rp 5,1 triliun atau tumbuh 10,4% dibanding Kuartal I 2025. Kontribusi terdiri dari Pendapatan Tol senilai Rp 4,7 triliun dan Pendapatan Usaha Lain sebesar Rp 397,6 miliar, yang masing-masing naik 9,4% dan 24,4% dari periode sebelumnya.

EBITDA Perseroan tercatat sebesar Rp 3,4 triliun, meningkat 10,7% year-on-year dengan margin EBITDA terjaga pada level 66,1%.

Di sisi pengembangan infrastruktur, Jasa Marga melanjutkan pembangunan sejumlah jalan tol strategis yang masih dalam konstruksi dan pembebasan lahan, meliputi Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi, Yogyakarta–Bawen, Solo–Yogyakarta–YIA Kulon Progo, Jakarta–Cikampek II Selatan, dan Akses Patimban. Empat ruas di antaranya, selain Jalan Tol Akses Patimban, telah dioperasikan secara fungsional tanpa tarif pada periode Idulfitri 1447 H/Lebaran 2026 untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.

Pengoperasian jalur fungsional memberikan alternatif rute untuk mereduksi kepadatan, memangkas waktu tempuh, serta mempermudah akses menuju destinasi pariwisata. Kehadiran jalan tol fungsional juga mendorong aktivitas ekonomi di koridor tol selama masa libur panjang.

Pengembangan jaringan jalan tol menjadi bagian dari upaya Jasa Marga untuk mewujudkan setiap kilometer jalan tol yang menghadirkan perjalanan lancar, aman, dan nyaman, sekaligus memudahkan distribusi logistik, membuka akses pertumbuhan wilayah, mendukung pariwisata daerah, serta memperkuat daya saing nasional.

“Inilah ukuran keberhasilan transformasi Jasa Marga sebagai perusahaan yang terus bertumbuh, kokoh, dan mampu menciptakan nilai berkelanjutan,” tutup Rivan.

Seluruh rangkaian transformasi mencerminkan upaya Jasa Marga menjawab dinamika kebutuhan publik sekaligus meningkatkan kinerja perusahaan. Sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan terus diperkuat agar manfaat pembangunan dan pengelolaan jalan tol dapat dirasakan lebih luas.

Sebagai BUMN yang sehat, transparan, dan kompetitif di bawah koordinasi Danantara Indonesia, Jasa Marga menyatakan komitmen untuk terus memperkuat kontribusinya terhadap konektivitas, kemandirian, dan pertumbuhan ekonomi nasional.