— NEW YORK, — Harga emas dunia jatuh tajam pada perdagangan Senin (13/7/2026) waktu Amerika Serikat, bahkan sempat menembus di bawah level psikologis US$ 4.000 per ons troi setelah pengumuman kebijakan yang memicu lonjakan harga minyak.

Aksi jual besar-besaran itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan penerapan blokade terhadap pengiriman kapal Iran melalui Selat Hormuz, langkah yang memicu lonjakan harga energi dan menambah ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Harga emas spot ditutup ambruk 2,91% menjadi US$ 4.001,13 per ons troi, dan sempat mencapai level terendah sejak 1 Juli. Kontrak emas berjangka AS turun 2,55% ke posisi US$ 65 per ons troi.

Pengumuman blokade mendorong harga minyak dunia melonjak sekitar 9%, yang kemudian menciptakan kekhawatiran baru terhadap inflasi dan mendorong pasar menghitung ulang peluang pengetatan kebijakan moneter oleh bank sentral AS.

“Reli harga minyak akibat konflik di Timur Tengah membuka peluang pengetatan kebijakan moneter The Fed. Kondisi ini menjadi sentimen negatif bagi aset tanpa imbal hasil seperti emas,” ujar analis pasar Forex.com Fawad Razaqzada.

Fawad menambahkan bahwa jika harga minyak terus menguat, emas berpotensi turun ke kisaran US$ 3.800 per ons troi dalam jangka pendek, dan bisa merosot hingga US$ 3.500 apabila tekanan jual meningkat.

Pasar Nantikan The Fed

Kenaikan harga minyak dinilai dapat mendorong inflasi melalui naiknya biaya energi dan transportasi, sehingga memaksa bank sentral AS mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang sebesar 75% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan September mendatang.

Perhatian investor tertuju pada kesaksian Ketua The Fed Kevin Warsh di hadapan Kongres AS pada Selasa (14/7/2026). Pasar akan mencermati pernyataannya untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan.

Selain itu, investor menunggu serangkaian data ekonomi penting AS pekan ini, termasuk inflasi konsumen (Consumer Price Index/CPI), inflasi produsen (Producer Price Index/PPI), penjualan ritel Juni, dan klaim tunjangan pengangguran mingguan.

Pelemahan tidak hanya terjadi pada emas. Harga perak spot jeblok 3,65% menjadi US$ 57,69 per ons, platinum jatuh 1,61% ke US$ 1.603,85 per ons, sedangkan paladium terpangkas 2,15% menjadi US$ 1.252,85 per ons.