PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi saham dengan aliran beli bersih (net buy) asing tertinggi pada periode 29 Juni–1 Juli 2026, mencapai total akumulasi net buy Rp102,3 miliar.

Aksi beli asing pada saham DSSA mengungguli catatan net buy pada saham PT Antam Tbk sebesar Rp87 miliar dan PT Amman Mineral Internasional Tbk sebesar Rp74,5 miliar.

Pergerakan Harga dan Rekomendasi

Saham DSSA tercatat naik 3,14% ke level Rp820 pada perdagangan Rabu, dengan net buy asing sebesar Rp59,41 miliar pada hari tersebut.

Rumusan rekomendasi dari MNC Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness pada kisaran harga 600–720, dengan target harga pertama 910 dan target kedua 1.140. Level stoploss disebutkan di bawah 560.

Hasil Keuangan Kuartal I-2026

DSSA telah merilis laporan keuangan diaudit untuk kuartal I-2026. Perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar US$693,23 juta atau sekitar Rp11,78 triliun, mengacu kurs yang tercantum dalam laporan pada Rp16.933 per dolar AS.

Pendapatan tersebut menurun 6% dibandingkan kuartal I-2025 yang sebesar US$737,55 juta.

Beban pokok penjualan pada kuartal I-2026 tercatat US$446,26 juta, sedikit menurun dari US$449,86 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba kotor tercatat US$246,96 juta, turun dari US$287,68 juta pada kuartal I-2025.

Laba periode berjalan perseroan menurun menjadi US$118,45 juta dari US$135,06 juta. Namun laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 2,1% menjadi US$82,26 juta dari US$80,5 juta.

Posisi Neraca

Per 31 Maret 2026, total aset DSSA tercatat sebesar US$4,59 miliar. Liabilitas perseroan tercatat US$2,22 miliar, sehingga ekuitas mencapai US$2,36 miliar.

Kas dan setara kas per akhir periode 31 Maret 2026 tercatat US$493,42 juta.