— PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melakukan langkah korporasi melalui akuisisi saham senilai Rp4 triliun. Transaksi dilakukan oleh dua anak usaha, PT DSST Mas Gemilang dan PT Sinarmas Sukses Sejahtera, yang membeli 100% saham PT Bali Media Telekomunikasi dari PT Infinity Investama dan PT Prima Mas Abadi.

Transaksi ini memberikan DSSA eksposur tidak langsung ke PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk karena PT Bali Media Telekomunikasi memegang 24,57% saham XLSmart, demikian catatan dari Stockbit Sekuritas pada Kamis (2/7/2026).

Perusahaan menyatakan akuisisi merupakan langkah strategis untuk memperkuat dan mengintegrasikan ekosistem infrastruktur digital dan teknologinya. Manajemen DSSA juga menyebut transaksi ini bukan transaksi material karena nilai transaksi tidak melebihi 20% dari nilai ekuitas perseroan.

Laporan Keuangan Kuartal I-2026

DSSA merilis laporan keuangan kuartal I-2026 yang telah diaudit. Pendapatan usaha tercatat US$693,23 juta atau sekitar Rp11,78 triliun dengan kurs konversi yang tercantum dalam laporan sebesar Rp16.933 per dolar AS.

Angka tersebut turun 6% dibandingkan kuartal I-2025 yang mencapai US$737,55 juta. Beban pokok penjualan tercatat US$446,26 juta pada kuartal I-2026, sedikit menurun dari US$449,86 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan kondisi tersebut, laba kotor perseroan pada Januari–Maret 2026 tercatat US$246,96 juta, turun dari US$287,68 juta pada kuartal I-2025. Laba periode berjalan turun menjadi US$118,45 juta dari US$135,06 juta.

Namun, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih naik 2,1% menjadi US$82,26 juta (sekitar Rp1,39 triliun) dari US$80,5 juta sebelumnya.

Posisi Neraca

Per 31 Maret 2026, total aset DSSA tercatat US$4,59 miliar, liabilitas US$2,22 miliar, dan ekuitas US$2,36 miliar. Kas dan setara kas perseroan per akhir periode mencapai US$493,42 juta.