— Kajian keanekaragaman hayati di sekitar wilayah Kontrak Karya PT Masmindo Dwi Area (MDA) kembali menjadi rujukan penting bagi pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Dr. Nyoto Santoso dari IPB University menegaskan pemanfaatan data ilmiah sebagai fondasi dalam setiap keputusan tata kelola lingkungan.

Penelitian lapangan yang melibatkan MDA, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu (DLH Luwu), dan akademisi tersebut berlangsung pada 23 Juni hingga 8 Juli 2026 di wilayah Kecamatan Latimojong. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kajian serupa yang dilakukan pada Oktober 2025.

Selama lebih dua pekan, tim melakukan pemantauan terhadap komponen-komponen ekosistem, termasuk keanekaragaman flora dan fauna, karakter habitat, serta kondisi ekologis kawasan. Data yang dikumpulkan menjadi dasar penyusunan rekomendasi pengelolaan lingkungan yang disesuaikan dengan kondisi setempat.

Pelaksanaan kajian berkelanjutan bersama pakar independen dan DLH Kabupaten Luwu menurut Dr. Nyoto mencerminkan upaya integrasi prinsip-prinsip keberlanjutan global ke dalam praktik lokal pengelolaan sumber daya alam.

Ilmu Pengetahuan Sebagai Basis Keputusan

Dr. Nyoto menjelaskan bahwa pengelolaan lingkungan kini tidak cukup hanya berdasarkan kepatuhan regulasi. “Di berbagai negara, kualitas pengelolaan lingkungan kini tidak lagi hanya diukur dari kepatuhan terhadap regulasi. Yang semakin menjadi perhatian adalah sejauh mana keputusan-keputusan pengelolaan lingkungan dibangun di atas bukti ilmiah,” ujarnya.

Menurutnya, kajian kehati memberikan gambaran menyeluruh mengenai karakteristik ekosistem yang krusial sebelum keputusan pengelolaan diambil. Pendekatan berbasis ilmu diharapkan menghasilkan kebijakan yang lebih terukur dan seimbang antara pemanfaatan sumber daya alam serta pelestarian lingkungan.

Kolaborasi Multistakeholder

Dr. Nyoto menilai kolaborasi antarpihak—MDA, DLH Kabupaten Luwu, dan kalangan akademisi—penting untuk memastikan kajian berlangsung objektif dan rekomendasi relevan secara lokal. “Ketika masing-masing pihak menjalankan perannya dengan baik, hasil kajian akan memiliki nilai yang lebih besar, baik dari sisi akademik maupun implementasinya,” katanya.