Detak.media — Arab Saudi akan mengalami fenomena astronomi langka pada 2 Agustus 2027. Pada tanggal itu, gerhana matahari total diperkirakan akan menutup matahari sepenuhnya di wilayah barat kerajaan, termasuk kota suci Makkah dan Jeddah.
Berdasarkan perhitungan astronomi, Makkah diperkirakan akan mengalami kegelapan total sekitar 100 persen selama sekitar 5 menit pada siang hari saat puncak gerhana. Peristiwa ini mengubah siang menjadi gelap seketika dan memungkinkan bintang serta planet tampak di langit pada fase totalitas.
Daerah yang Akan Menyaksikan Totalitas dan Parsial
Selain Makkah dan Jeddah, sejumlah kota di Arab Saudi yang akan berada dalam jalur totalitas antara lain Taif, Abha, Jazan, dan Al-Bahar. Wilayah Saudi lainnya hanya akan menyaksikan gerhana matahari secara sebagian atau parsial.
Bagian timur kerajaan diperkirakan akan menerima gerhana parsial dengan cakupan yang mungkin melebihi 60 persen, sehingga sebagian besar wilayah Saudi akan dapat menyaksikan peristiwa ini dengan intensitas bervariasi.
Durasi Istimewa dan Jalur Gerhana
Gerhana pada 2 Agustus 2027 juga menonjol karena durasinya yang luar biasa. Kota Luxor di Mesir diperkirakan akan menjadi lokasi yang menyaksikan fase totalitas terlama dalam abad ke-21, yakni sekitar 6 menit 23 detik.
Durasi tersebut menjadikan gerhana ini sebagai gerhana matahari total terlama yang dapat diamati dari daratan hingga tahun 2114. Sebagai perbandingan, kebanyakan gerhana matahari total berlangsung sekitar dua hingga tiga menit.
Jalur totalitas gerhana tahun 2027 diperkirakan bermula di atas Samudra Atlantik, lalu melintasi wilayah Spanyol bagian selatan, Gibraltar, Maroko, Aljazair, Tunisia, Libya, Mesir, Arab Saudi, Yaman, dan Somalia.
Daya Tarik Bagi Pengamat
Peristiwa ini diperkirakan akan menarik perhatian luas dari penggemar astronomi dan media internasional karena kelangkaan dan karakteristiknya yang unik. Para pemburu gerhana menyebutnya sebagai “gerhana abad ini”.
Ikuti Detak.media
