— PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) merilis laporan keuangan diaudit untuk kuartal I-2026 yang menunjukkan laba bersih meningkat tipis meski pendapatan turun dibandingkan tahun sebelumnya.

Pendapatan usaha perseroan pada Januari–Maret 2026 tercatat US$ 693,23 juta atau sekitar Rp 11,78 triliun menggunakan kurs konversi Rp 16.933 per dolar AS yang tercantum dalam laporan.

Kinerja Keuangan Kuartal I-2026

Pendapatan tersebut melemah 6% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar US$ 737,55 juta. Beban pokok penjualan tercatat US$ 446,26 juta, sedikit turun dari US$ 449,86 juta pada kuartal I-2025.

Dengan kondisi itu, laba kotor perseroan tercatat US$ 246,96 juta pada kuartal I-2026, turun dari US$ 287,68 juta di periode yang sama tahun sebelumnya. Laba periode berjalan menurun menjadi US$ 118,45 juta dari US$ 135,06 juta.

Laba Bersih dan Posisi Neraca

Meski laba periode berjalan menyusut, laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih justru naik 2,1% menjadi US$ 82,26 juta (sekitar Rp 1,39 triliun) dari US$ 80,5 juta pada kuartal I-2025.

Per 31 Maret 2026, total aset DSSA tercatat US$ 4,59 miliar, liabilitas US$ 2,22 miliar, dan ekuitas US$ 2,36 miliar. Kas dan setara kas per akhir periode tercatat US$ 493,42 juta.

Pergerakan Saham dan Rekomendasi

Di pasar modal, saham DSSA terkoreksi 3,64% ke level 795 pada perdagangan Selasa (30/6/2026) disertai tekanan jual. Pergerakan saham dinilai masih berada di fase sideways.

Broker MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness pada kisaran 600–720, dengan target harga pertama 910 dan target kedua 1.140. Stoploss direkomendasikan di bawah 560.