— JAKARTA — Kinerja PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) diperkirakan melambat setelah musim Lebaran, sehingga ruang pertumbuhan perseroan diprediksi terbatas. Meski begitu, analis menaikkan target harga saham MAPI.

Proyeksi normalisasi tersebut mengikuti periode sebelumnya di mana Same Store Sales Growth (SSSG) dan penjualan MAPI tercatat meningkat masing-masing 13,3% dan 32% secara tahunan pada kuartal I-2026.

Riset BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) yang disusun Christy Halim dan Sabela Nur Amalina menyebut peningkatan kinerja MAPI pada kuartal I-2026 sebagian didorong oleh faktor musiman Lebaran serta tingginya penjualan iPhone.

“Seiring normalisasi penjualan digital dan meredanya permintaan pasca-Lebaran, kami memperkirakan, SSSG pada kuartal II-2026 akan melambat meski tetap berada di zona positif jika dikomparasikan dengan kuartal II-2025 yang -3,5%,” jelas kedua analis.

Manajemen MAPI tetap optimistis dengan mempertahankan panduan pertumbuhan SSSG di kisaran low-single-digit. Perusahaan juga menargetkan penjualan tumbuh di kisaran high-single-digit serta membuka 560 gerai baru.

Peran Anak Usaha dan Ekspansi

BRIDS memperkirakan kontribusi anak usaha PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) mencapai sekitar 45,7% terhadap total penjualan MAPI sepanjang tahun buku 2026.

MAPA diharapkan melanjutkan ekspansi dan menambah potensi pertumbuhan dari akuisisi Sports Direct. Sementara itu, PT MAP Boga Adiperkasa Tbk (MAPB), yang mengoperasikan bisnis ritel makanan dan minuman termasuk Starbucks, menunjukkan tanda pemulihan dengan kenaikan penjualan 12% pada kuartal I-2026 setelah melakukan rasionalisasi gerai.

“Kami memproyeksikan MAPA membukukan pertumbuhan sebesar 11,5% secara yoy. Sedangkan, MAPB cenderung stabil dengan pertumbuhan relatif datar sehingga pendapatan MAPI secara konsolidasi diperkirakan tumbuh 9,2% secara yoy,” tulis BRIDS.

Proyeksi Laba dan Target Harga

Meski memperkirakan perlambatan, BRIDS memangkas proyeksi laba MAPI sebesar 17,6% untuk tahun buku 2026 dan 11,4% untuk tahun buku 2027.

Penurunan proyeksi laba tersebut mencerminkan asumsi SSSG yang direvisi lebih rendah, masing-masing 5,8% dan 6,2% dibanding proyeksi sebelumnya 6,2% dan 7,5%. BRIDS juga mempertimbangkan pelambatan pembukaan gerai MAPA dan prospek margin kotor yang lebih lemah karena perubahan bauran produk.

“Dengan revisi tersebut, kami memperkirakan laba MAPI tumbuh sebesar 6,1% pada FY26F dan 13,6% pada FY27F. Meski, laba diestimasikan turun, kami menaikkan target harga MAPI menjadi Rp1.600,” beber BRIDS.

Penyesuaian target harga saham ini didasarkan pada valuasi rata-rata PE tiga tahun sebesar 11,9x PE FY26F, sedangkan sebelumnya BRIDS menggunakan valuasi -1 standar deviasi dari rata-rata PE tiga tahun.

“Kami men- downgrade rekomendasi saham MAPI menjadi h old karena potensi kenaikan harga saham semakin terbatas setelah aksi penawaran tender wajib atau Mandatory Tender Offer (MTO) dan kami lebih merekomendasikan MAPA sebagai pilihan utama di sektor ini,” tutup BRIDS.