Detak.media — Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan secara serentak, termasuk Bendungan Sidan di Bali dan Bendungan Keureuto di Aceh yang dibangun oleh PT Brantas Abipraya (Persero). Peresmian berlangsung di Bendungan Meninting, Lombok Barat, dengan empat peresmian lain digelar secara hybrid.
Brantas Abipraya menyatakan kedua bendungan itu tuntas dibangun oleh BUMN konstruksi tersebut dan menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan, ketahanan air, serta mendukung visi Asta Cita.
Penegasan Manfaat Jangka Panjang
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan pembangunan bendungan merupakan investasi jangka panjang untuk menjamin ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Presiden mengingatkan agar manfaat bendungan benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menambahkan bahwa pembangunan bendungan bukan sekadar menghadirkan infrastruktur, tetapi juga membangun fondasi kedaulatan bangsa dan negara.
Peran Brantas Abipraya
Sebagai kontraktor pelaksana, Brantas Abipraya menyatakan pelaksanaan proyek mengedepankan kualitas, keselamatan kerja, dan ketepatan mutu agar manfaat dapat optimal bagi masyarakat.
“Peresmian Bendungan Sidan dan Bendungan Keureuto merupakan wujud nyata kontribusi Brantas Abipraya dalam mendukung Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya air nasional,” ujar Dian Sovana, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya.
“Infrastruktur bendungan tidak hanya menyediakan air bagi sektor pertanian, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi masyarakat melalui penyediaan air baku, pengendalian banjir, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kami bangga dapat menjadi bagian dari pembangunan infrastruktur strategis yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang,” tambahnya.
Spesifikasi Bendungan
Bendungan Sidan dirancang memperkuat pasokan air bersih dan energi bersih. Bendungan setinggi 68 meter ini memiliki kapasitas tampung 5,76 juta m³. Fokus utamanya adalah suplai air baku sebesar 1,75 m³/s, melayani irigasi seluas 9.598 hektare melalui jaringan sepanjang 123,19 km, mereduksi banjir pada area 108 hektare, serta menghasilkan energi sebesar 8,08 MW.
Bendungan Keureuto ditujukan untuk menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian di Aceh. Bendungan ini dikatakan mampu mereduksi banjir seluas 627 hektare dan menyediakan air baku berkapasitas 650 liter per detik untuk beberapa kecamatan di Kabupaten Aceh Utara.
Selain penyediaan air, Keureuto juga disebut memiliki potensi untuk mendukung pembangkit energi terbarukan dengan estimasi potensi PLTS Apung 179 MW dan PLTA 6,3 MW.
Komitmen Berkelanjutan
Dian Sovana menegaskan Brantas Abipraya akan terus menghadirkan karya konstruksi berkualitas sebagai bentuk dukungan terhadap agenda pembangunan nasional. Perusahaan menyatakan percaya bahwa infrastruktur yang baik menjadi fondasi penting untuk mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan.
Brantas Abipraya, yang berpengalaman lebih dari empat dekade, disebut terus dipercaya mengerjakan berbagai proyek strategis nasional di bidang sumber daya air, jalan dan jembatan, gedung, pelabuhan, dan infrastruktur lainnya.
Ikuti Detak.media
