— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan telah terjadi gempa bumi berkekuatan Magnitudo 3,7 yang mengguncang wilayah laut barat laut Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Kamis, 18 Juni 2026, pukul 19:17 WIB. Gempa ini dikategorikan sebagai gempa dangkal dengan pusat di kedalaman 10 kilometer, dan informasinya secara resmi diteruskan kepada masyarakat untuk diketahui.

Menurut analisis BMKG, episentrum gempa bumi ini terletak pada koordinat geografis 5,56 Lintang Utara dan 125,32 Bujur Timur. Lokasi tersebut menempatkan pusat gempa di laut, tepatnya sekitar 214 kilometer di barat laut Pulau Karatung, yang merupakan bagian dari Kepulauan Talaud. Kedalaman gempa yang relatif dangkal, yakni 10 kilometer, menunjukkan bahwa getaran dapat dirasakan lebih intens di permukaan.

Guncangan gempa Magnitudo 3,7 ini dilaporkan dirasakan di beberapa wilayah. Berdasarkan laporan BMKG, intensitas guncangan tercatat di Marore mencapai skala III MMI (Modified Mercalli Intensity). Pada skala ini, getaran gempa dirasakan nyata di dalam rumah, terasa seperti ada truk besar melintas, meskipun umumnya tidak menimbulkan kerusakan serius pada bangunan. Masyarakat di sekitar Kepulauan Talaud diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik.

BMKG menegaskan bahwa gempa bumi yang terjadi ini tidak memiliki potensi untuk menimbulkan tsunami, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan ancaman tersebut. Meskipun demikian, warga diimbau untuk selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Penting juga bagi masyarakat untuk memeriksa kembali kondisi bangunan tempat tinggal mereka guna memastikan tidak ada kerusakan yang dapat membahayakan keselamatan setelah guncangan gempa.