Detak.Media — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah BaratLaut Pulau Karatung, Provinsi Sulawesi Utara, pada Sabtu, 15 Juni 2026, tepat pukul 16:18:40 WIB. Data resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa pusat gempa ini berada di kedalaman 93 kilometer. BMKG juga menginformasikan bahwa gempa ini dirasakan oleh masyarakat di beberapa daerah dan informasinya perlu diteruskan secara luas.
Episentrum gempa terletak di koordinat 5.99 Lintang Utara dan 126.83 Bujur Timur. Lokasi ini menempatkan pusat gempa di laut, sekitar 139 kilometer BaratLaut Pulau Karatung. Kedalaman gempa yang mencapai 93 kilometer mengindikasikan bahwa ini adalah gempa bumi menengah, yang seringkali memiliki jangkauan dampak yang luas.
Getaran gempa dirasakan cukup kuat di beberapa wilayah di Provinsi Sulawesi Utara, khususnya di Kabupaten Kepulauan Talaud. Berdasarkan laporan BMKG, gempa ini dirasakan dengan intensitas III MMI di Rainis, Miangas, Naha, Tahuna, Melonguane, dan Beo. Pada skala intensitas III MMI, getaran gempa dapat dirasakan nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk besar yang melintas di dekatnya. Benda-benda ringan yang tergantung juga mungkin bergoyang akibat guncangan ini.
BMKG secara resmi menyatakan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Meskipun demikian, BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap tenang dan tidak panik. Warga diimbau untuk memeriksa kembali kondisi bangunan tempat tinggal masing-masing guna mengantisipasi potensi kerusakan yang mungkin terjadi akibat guncangan gempa. Selain itu, masyarakat diminta untuk tidak mudah termakan isu atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selalu pastikan untuk mendapatkan informasi resmi terkait gempa bumi hanya dari BMKG atau pihak berwenang lainnya.
Ikuti Detak.Media
