— Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,5 mengguncang wilayah laut utara Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Kamis malam, 18 Juni 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan guncangan terjadi tepat pukul 23:50:34 WIB dengan kedalaman hiposenter dangkal 10 kilometer. BMKG menyatakan gempa ini dirasakan dan perlu diteruskan informasinya kepada masyarakat luas.

Menurut analisis BMKG, episentrum gempa terletak di laut, tepatnya pada koordinat 4.77 Lintang Utara dan 125.37 Bujur Timur. Lokasi ini berada sekitar 130 kilometer di sebelah utara Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Kedalaman gempa yang mencapai 10 kilometer mengindikasikan bahwa ini adalah jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif di bawah laut.

Guncangan gempa dilaporkan terasa kuat di wilayah Marore, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, dengan intensitas III hingga IV pada Skala Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada skala III MMI, getaran dirasakan nyata dalam rumah seakan ada truk berlalu, sementara pada skala IV MMI, guncangan dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah dan beberapa di luar, bahkan dapat menyebabkan gerabah pecah atau jendela berderik. Warga di Marore merasakan dampak langsung dari gempa ini.

BMKG menegaskan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami, namun masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik. Warga di wilayah terdampak diharapkan memeriksa kembali kondisi bangunan tempat tinggalnya untuk mengidentifikasi potensi kerusakan. Selain itu, BMKG juga mengimbau agar masyarakat selalu waspada terhadap potensi gempa susulan yang mungkin terjadi.