— Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 3,4 mengguncang wilayah laut utara Tahuna, Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, pada Kamis, 19 Juni 2026, pukul 18:48:28 WIB. Berdasarkan data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini memiliki kedalaman dangkal 10 kilometer dan dirasakan oleh sebagian masyarakat.

Episentrum gempa terletak pada koordinat 4,74 Lintang Utara dan 125,53 Bujur Timur. Lokasi ini menempatkan pusat gempa di laut, sekitar 126 kilometer di sebelah utara Tahuna, Kepulauan Sangihe. Kedalaman gempa yang relatif dangkal, yaitu 10 kilometer, berpotensi menyebabkan getaran yang lebih terasa di permukaan.

Dampak gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas III MMI (Modified Mercalli Intensity) di wilayah Mamore. Pada skala ini, getaran gempa dirasakan nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk besar yang melintas. Meskipun demikian, getaran ini umumnya tidak menimbulkan kerusakan serius.

BMKG menyatakan bahwa gempa ini dirasakan dan informasi ini perlu diteruskan kepada masyarakat. BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap tenang dan tidak panik. Masyarakat juga dianjurkan untuk memeriksa kembali kondisi bangunan rumah masing-masing, memastikan tidak ada kerusakan yang membahayakan, serta mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan.