— Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 2,7 mengguncang wilayah darat 11 kilometer barat Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, pada Kamis, 18 Juni 2026 pukul 17:08:13 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa ini memiliki kedalaman dangkal 5 kilometer dari permukaan tanah. Informasi awal dari BMKG juga menyebutkan bahwa gempa ini dirasakan oleh masyarakat dan informasinya perlu diteruskan secara luas.

Menurut data teknis yang dirilis oleh BMKG, pusat gempa bumi ini secara geografis terletak pada koordinat 4.75 Lintang Utara dan 96.76 Bujur Timur. Lokasi episentrum yang berada di darat, tepatnya di bagian barat Bener Meriah, mengindikasikan bahwa getaran gempa kemungkinan besar terasa di area sekitar titik guncangan dan daerah-daerah terdekat. Kedalaman gempa yang sangat dangkal, yakni hanya 5 kilometer, merupakan salah satu faktor yang berpotensi membuat guncangan terasa lebih kuat dan signifikan di permukaan tanah.

Guncangan gempa dilaporkan terasa di wilayah Bener Meriah dengan intensitas II-III pada Skala Mercalli Modifikasi (MMI). Pada skala II MMI, getaran gempa umumnya dirasakan oleh beberapa orang yang sedang berada di dalam ruangan, serta menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang perlahan. Sementara itu, pada intensitas III MMI, getaran terasa lebih nyata di dalam rumah, dengan sensasi seakan ada truk berat yang sedang berlalu di dekat bangunan. Meskipun demikian, gempa dengan skala ini umumnya tidak menimbulkan kerusakan struktural yang signifikan.

BMKG menyampaikan bahwa gempa ini dirasakan oleh masyarakat dan informasinya perlu diteruskan untuk kewaspadaan publik. Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat di wilayah Bener Meriah, Provinsi Aceh, dan sekitarnya untuk tetap tenang dan tidak panik. Warga diimbau untuk selalu memastikan kondisi bangunan tempat tinggal mereka apakah ada kerusakan akibat guncangan gempa, serta tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan yang mungkin terjadi.