— Berikut rangkuman lima berita populer seputar investasi dan pasar hingga Senin, 13 Juli 2026. Daftar ini memuat penilaian analis untuk saham konglomerat, perkembangan harga emas, serta laporan aktivitas komoditas perusahaan tambang.

Informasi disusun dari rilis riset dan catatan pasar yang dirilis pekan terakhir, mencakup valuasi emiten, rekomendasi broker, pergerakan harga logam mulia, serta laporan eksplorasi perusahaan tambang.

Harga Wajar CDIA

BCA Sekuritas merilis riset terkait PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) — emiten konglomerat milik Prajogo Pangestu. Menurut broker tersebut, secara fundamental bisnis CDIA tetap kuat dan mereka memperkirakan trajektori pertumbuhan perseroan akan tetap solid baik secara organik maupun anorganik.

Untuk itu, BCA Sekuritas mengatakan nilai wajar CDIA berada di level ini, mengingat perseroan masih berada dalam fase ekspansi dan berpotensi membukukan pertumbuhan lebih dari 20% per tahun.

Saham Konglomerat Dinilai “Salah Harga”, Diproyeksi Naik 103%

Saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), konglomerat milik Alexander Tedja, tercatat menguat 2,40% ke Rp 256 pada perdagangan Jumat (10/7/2026). Mandiri Sekuritas (Mansek) dalam Investor Digest 7 Juli 2026 menyebutkan saham PWON salah harga sehingga menawarkan titik masuk yang menarik.

Mandiri Sekuritas merekomendasikan buy saham PWON dengan target harga segini yang memiliki pootensi cuan sebesar 103% dari harga penutupan Jumat pekan lalu.

Harga Emas di Level Krusial

Harga emas dunia berada di level krusial setelah bertahan di area support penting selama lima pekan terakhir. Pelaku pasar kini menanti rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang berpotensi menjadi pemicu pergerakan besar harga emas pada pekan ini.

Harga emas ditutup turun tipis sebesar 0,01% ke level US$ 4.121,08 per ons troi pada perdagangan Jumat (10/7/2026). Sepekan lalu, harga emas mencatatkan kinerja negatif karena turun sebesar 1,31%. Secara year to date (ytd), harga emas telah turun sebanyak 4,76%.

Senior Technical Strategist Forex.com Michael Boutros mengatakan, tekanan jual terhadap emas terus terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Namun, upaya menembus level support utama belum berhasil sehingga membuka peluang terbentuknya titik balik (rebound) bagi logam mulia tersebut.

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Senin 13 Juli 2026

Harga emas perhiasan terpantau kompak stabil di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas pada Senin pagi, 13 Juli 2026.

Dengan tren yang terus bergerak dinamis, calon pembeli maupun investor emas perhiasan disarankan untuk terus memantau harga agar bisa mengambil keputusan terbaik, baik untuk membeli maupun menjual emas.

Cek daftar harga emas perhiasan berdasarkan data dari Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai kadar karat pada Senin (13/7/2026) di sini.

Antam Laporkan Belanja Eksplorasi Sampai 30 Juni 2026

PT Antam Tbk (ANTM) mengumumkan laporan eksplorasi untuk periode laporan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026, yang merupakan ketentuan Bursa Efek Indonesia (BEI). Termasuk di antaranya eksplorasi emas.

“Kegiatan eksplorasi ANTAM sampai dengan 30 Juni 2026 berfokus pada komoditas emas, nikel, dan bauksit dengan jumlah pengeluaran preliminary unaudited sebesar Rp 72,60 miliar,” ungkap manajemen Antam (ANTM) dalam keterbukaan informasi dikutip Senin (13/7/2026).