Detak.media — PT Ciputra Development Tbk (CTRA) membukukan marketing sales Rp2,3 triliun pada kuartal kedua 2026, turun 13% secara tahunan dan 8% secara kuartalan. Angka itu disampaikan dalam catatan analis yang mengutip data investor relations CTRA.
Secara kumulatif, marketing sales CTRA selama 1H26 mencapai Rp4,7 triliun (-18% yoy), setara 49% dari target 2026 di Rp9,5 triliun,” terang Stockbit Sekuritas mengacu sumber investor relations CTRA dikutip Rabu (15/7/2026).
Stockbit Sekuritas mencatat kontribusi marketing sales terbesar CTRA selama 1H26 berasal dari segmen rumah dan tanah kavling sebesar 87%, diikuti ruko 10%, apartemen 3%, dan perkantoran 0,2%.
Sementara itu, Mandiri Sekuritas melaporkan CTRA mencatatkan pra-penjualan sebesar Rp2,2 triliun pada kuartal kedua 2026, turun 8,2% secara kuartalan dan 12,8% secara tahunan.
Mandiri Sekuritas menyebut penurunan itu seiring indikasi perusahaan mengenai melemahnya permintaan dari segmen masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Angka pra-penjualan semester pertama 2026 tersebut mencakup 49,5% dari target tahunan perusahaan sebesar Rp9,5 triliun, atau sesuai dengan perkiraan.
Mansek memberikan rekomendasi buy untuk CTRA dengan target harga Rp1.330.
Saat berita ini disusun, saham Ciputra (CTRA) diperdagangkan di level Rp560. Jika dibandingkan dengan target harga tersebut, harga saham saat ini tercatat sebagai salah harga. Potensi kenaikan ke target harga dari Mansek mencapai 137,5%.
Ikuti Detak.media
