Detak Media — Bank Jakarta menegaskan rencana penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia tetap berjalan sesuai roadmap perusahaan dan ditargetkan pada semester I-2027.
Manajemen saat ini fokus memperkuat fundamental bisnis agar memperoleh valuasi optimal ketika melantai di bursa.
Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, menyampaikan bahwa persiapan IPO meliputi peningkatan kinerja keuangan, penguatan manajemen risiko, percepatan transformasi digital, dan pengelolaan likuiditas.
“Roadmap IPO tetap tahun depan, Insya Allah di semester pertama atau kuartal II (2027). Sekarang kami membangun fundamental Bank Jakarta supaya baik,”
Agus mengatakan dana hasil IPO nantinya akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan sehingga kapasitas penyaluran kredit dapat meningkat.
Selain itu, sebagian dana direncanakan dialokasikan untuk memperkuat infrastruktur teknologi informasi sebagai bagian dari upaya transformasi digital perusahaan.
Skema penggunaan dana masih dibahas bersama konsultan dan pemegang saham, dengan keputusan akhir yang mempertimbangkan kepentingan strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai pemegang saham pengendali.
“Ini aksi korporasi Bank Jakarta. Dana IPO tentunya untuk memperkuat permodalan supaya bank lebih sehat, bisa meningkatkan lending, serta memperbaiki infrastruktur teknologi. Saat ini masih dalam diskusi antara bank, konsultan, dan pemegang saham,”
Ikuti Detak Media
