— Hasil riset yang melibatkan lebih dari seribu outlet di 10 kota besar menunjukkan Aqua masih unggul sebagai merek air minum dalam kemasan (AMDK) paling laris. Dari 1.033 responden/outlet, 589 atau sekitar 57% menyebut Aqua sebagai produk yang paling banyak terjual di tempat mereka.

Riset tersebut dilakukan pada Juni 2026 di Bali, Balikpapan, Bandung, Jakarta, Makassar, Malang, Medan, Semarang, Solo, dan Surabaya. Peneliti menilai pilihan konsumen dipengaruhi oleh kombinasi kualitas produk, harga, ketersediaan, dan komunikasi merek.

Faktor Utama Pilihan Konsumen

Kepala Riset, Bisnis dan Pengembangan Diskursus Network & Ecosystem, Agustinus Dwianto, mengatakan kualitas produk menjadi faktor terkuat dalam pemilihan merek AMDK. “Temuan ini menunjukkan bahwa konsumen dalam menentukan pilihan air minum sehari-hari tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga sangat memperhatikan kualitas, ketersediaan produk, dan kekuatan komunikasi merek,” ujarnya.

Dalam riset, 42,5% responden menyebut rasa atau kualitas air sebagai alasan utama membeli AMDK. Sementara 24,8% menempatkan harga sebagai pertimbangan utama, diikuti oleh faktor ketersediaan stok atau supplier serta promosi/iklan.

Keberadaan Di Berbagai Kanal Penjualan

Analisis peneliti mencatat distribusi luas Aqua di berbagai kanal — dari toko kelontong hingga supermarket — sebagai salah satu penopang posisi merek. Toko kelontong menjadi jenis outlet yang paling banyak disurvei, dengan porsi 63,4%.

Selain distribusi, kebiasaan konsumen dan reputasi merek yang telah terbentuk selama puluhan tahun turut mendukung dominasi Aqua di pasar AMDK.

Dominasi Di Tingkat Kota

Keunggulan Aqua tampak nyata di sejumlah kota. Di Bali, hampir seluruh responden atau 98% menyebut Aqua paling laris. Angka lain yang tercatat: Solo 80%, Malang 75%, Medan 74%, Surabaya 66%, Makassar 42%, dan Balikpapan 41%.

Responden di berbagai daerah sering mengaitkan dominasi merek dengan faktor kepercayaan, kebiasaan pelanggan, dan sejarah merek yang sudah dikenal lama.

Persepsi Konsumen dan Alasan Lokal

Beberapa pengakuan dari outlet menjadi ilustrasi alasan preferensi. Seorang penjual di Bali menyatakan Aqua laku karena merek itu lebih dulu dikenal. Responden di Medan dan Solo menekankan sumber air terpercaya, higienis, serta reputasi merek sebagai alasan utama.

Di Surabaya dan kota lain, kebiasaan pelanggan yang sudah terbiasa menjadi penjelasan mengapa Aqua tetap menjadi pilihan utama walau banyak merek lain bermunculan.

Kesimpulan Riset

Riset ini menegaskan empat poin utama: Aqua paling laris secara nasional, unggul di banyak kota, paling diminati secara nasional, serta tetap kuat sebagai pilihan di berbagai wilayah. Namun peneliti menegaskan bahwa hasil ini merupakan persepsi dan observasi pedagang/outlet terhadap merek paling laris di tempat mereka, bukan audit volume transaksi penjualan.