— PT Antam Tbk (ANTM) menyampaikan laporan eksplorasi untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026 sebagai bagian dari kewajiban keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia.

Manajemen mencatat total pengeluaran eksplorasi preliminary unaudited sebesar Rp72,60 miliar, yang dialokasikan untuk kegiatan pada komoditas emas, nikel, dan bauksit.

Fokus Eksplorasi Emas di Pongkor

Untuk komoditas emas, aktivitas eksplorasi hingga 30 Juni 2026 difokuskan di wilayah Pongkor, Jawa Barat.

“Di wilayah Pongkor, kegiatan yang dilakukan berfokus pada kegiatan pengeboran bawah tanah (underground drilling), pengeboran permukaan (surface drilling), pengukuran lintasan, pemetaan geologi, pengambilan contoh dan geokimia serta analisis laboratorium,” ujar manajemen Antam dalam keterbukaan informasi.

Eksplorasi Nikel Di Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara

Eksplorasi nikel dilaporkan berlangsung di Konawe Utara dan Pomalaa, Sulawesi Tenggara, serta di Morimoi dan area IUP anak usaha PT Sumberdaya Arindo (PT SDA) di Buli, Maluku Utara.

Di Konawe Utara, kegiatan meliputi pengeboran single tube, pemetaan geologi, pengukuran grid, percontoan core, dan analisis laboratorium. Sedangkan di Pomalaa, kegiatan mencakup pengeboran single tube, pemetaan geologi, percontoan, dan analisis kimia.

Di Marimoi, eksplorasi juga berupa pengeboran single tube, pemetaan geologi, pengambilan contoh, dan analisis kimia. Untuk wilayah IUP OP PT SDA, hingga 30 Juni 2026 aktivitas utama terfokus pada penyelesaian proses perizinan Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) Eksplorasi.

Aktivitas Bauksit di Kalimantan Barat

Eksplorasi bauksit dilakukan di daerah Tayan dan Landak, Kalimantan Barat.

Di Tayan, pekerjaan meliputi identifikasi perizinan lahan, pengeboran, pemetaan geologi, serta pengukuran geodetik dan geokimia. Di Landak, kegiatan yang dilaporkan mencakup pengeboran, pemetaan geologi, pengukuran geodetik, dan pengujian geokimia.

Metode dan Tujuan Eksplorasi

ANTAM, melalui Unit Geomin, melaksanakan rangkaian eksplorasi mineral terintegrasi yang mencakup survei area, eksplorasi geologi dan geofisika, survei geodesi, pengeboran, pengujian fisik dan kimia, serta perhitungan cadangan dan sumber daya mineral.

Kegiatan tersebut didukung Sistem Informasi Geografis (GIS) terintegrasi. Manajemen menyatakan bahwa tujuan eksplorasi adalah untuk memastikan kecukupan potensi sumber daya dan cadangan mineral strategis perusahaan.