— Harga emas global diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan pada pekan depan. Analis teknikal melihat momentum bullish yang kuat sehingga potensi pengujian resistance di kisaran US$ 4.165 per ons troi masih terbuka.

Geraldo Kofit, analis di Dupoin Futures, mencatat pergerakan harga pada time frame H1 menunjukkan tren naik yang solid. Harga berhasil bertahan di atas indikator Moving Average 21 dan 34, yang kini berperan sebagai support dinamis.

“Tekanan jual belum mampu mendorong harga turun lebih dalam karena langsung direspons oleh aksi beli. Ini menunjukkan buyer masih mendominasi pasar,” kata Geraldo dalam risetnya, Sabtu (11/7/2026).

Geraldo menambahkan, level resistance yang sebelumnya ditembus kini berfungsi sebagai support baru atau role reversal, yang menjadi salah satu sinyal teknikal kelanjutan tren bullish. Struktur harga juga tercatat membentuk pola higher low, dengan titik terendah terbaru lebih tinggi dibanding sebelumnya.

Berdasarkan kondisi teknikal tersebut, ia memproyeksikan emas berpeluang menguji resistance terdekat di level US$ 4.136 per ons troi. Jika level itu berhasil ditembus dengan dukungan peningkatan volume transaksi, target kenaikan berikutnya berada di area US$ 4.165 per ons troi.

“Konfirmasi tambahan datang dari indikator Stochastic yang masih bergerak naik menuju area overbought atau jenuh beli. Meski demikian, indikator tersebut belum menunjukkan sinyal pembalikan arah yang signifikan,” ujar Geraldo.

Sentimen Global Jadi Penopang

Selain faktor teknikal, Geraldo menyebut pergerakan emas juga didukung oleh sejumlah sentimen fundamental. Ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya volatilitas pasar keuangan berpotensi mendorong permintaan terhadap aset safe haven seperti emas.

Geraldo menilai potensi pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat juga menjadi sentimen positif bagi logam mulia. Pasar saat ini memantau data ekonomi AS seperti inflasi, ketenagakerjaan, serta indeks aktivitas manufaktur dan jasa (PMI) yang bisa memengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed.

Menurutnya, jika data ekonomi AS menunjukkan perlambatan dan membuka peluang penurunan suku bunga, momentum bullish emas dapat berlanjut. Sebaliknya, data yang lebih kuat berpotensi menguatkan dolar AS dan membatasi ruang kenaikan emas.

“Secara keseluruhan, prospek emas masih positif selama harga mampu bertahan di atas area MA 21 dan MA 34. Dengan kombinasi dukungan teknikal dan fundamental, skenario utama pergerakan emas dalam jangka pendek masih mengarah ke kenaikan menuju level US$ 4.165 per ons troi,” tutup Geraldo.