— Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan apresiasi atas terselenggaranya Indonesia–Belarus Business Forum and Business Matching di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Forum yang digelar oleh KADIN Indonesia bersama Belarusian Chamber of Commerce and Industry ini dinilai menjadi wadah mempertemukan pelaku usaha kedua negara sekaligus membuka peluang perluasan jaringan bisnis, perdagangan, dan investasi.

“Forum bisnis ini merupakan platform strategis untuk memperkuat kerja sama antarpelaku usaha atau business-to-business sekaligus menerjemahkan hubungan bilateral yang baik menjadi kemitraan ekonomi yang nyata,” kata Airlangga di acara tersebut.

Airlangga menyoroti momentum penguatan hubungan bilateral yang bertepatan dengan rencana kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko ke Indonesia pada 1–2 Juli 2026. Ia berharap kunjungan tersebut menghasilkan kesepakatan strategis yang memperdalam kerja sama ekonomi.

Perdagangan dan Peluang Ekonomi

Menurut Airlangga, hubungan ekonomi antara Indonesia dan Belarus menunjukkan perkembangan positif dengan karakter saling melengkapi: Belarus kuat di sektor manufaktur dan pertanian, sementara Indonesia menawarkan pasar besar dan peluang investasi di berbagai sektor strategis.

Nilai perdagangan kedua negara pada 2025 tercatat sekitar USD 221,3 juta, atau naik sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Airlangga menegaskan komitmen Indonesia untuk meningkatkan ekspor produk elektronik, perikanan, karet, kakao, serta turunan minyak sawit ke Belarus.

Dukungan Dari Pihak Belarus dan Pelaku Usaha

Deputi Perdana Menteri Belarus Viktor Karankevich menyampaikan bahwa hubungan multisektor antara kedua negara terus berkembang, termasuk setelah pertemuan pemimpin kedua negara. Ia juga mengatakan Presiden Lukashenko telah menandatangani Undang-undang Ratifikasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).

“Kami juga mendukung pembentukan Indonesia-Belarus Business Council sebagai wadah untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi dunia usaha kedua negara,” ujar Karankevich.

James T. Riady, Coordinating Vice Chairman for International Affairs KADIN Indonesia, menekankan pentingnya kemitraan jangka panjang antarpelaku usaha untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan investasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

“Melalui penyelenggaraan Indonesia-Belarus Business Forum and Business Matching, kedua negara menegaskan komitmennya untuk mempererat hubungan ekonomi yang saling menguntungkan serta mendorong realisasi berbagai peluang kerja sama di bidang perdagangan, investasi, industri, dan pembangunan berkelanjutan,” kata James Riady.

Ketua Belarusian Chamber of Commerce and Industry, Mikhail Miatlikov, menyampaikan apresiasi kepada KADIN atas penyelenggaraan forum dan menilai struktur ekonomi kedua negara saling melengkapi sehingga membuka peluang kerja sama luas di berbagai sektor.

Langkah Selanjutnya

Implementasi I-EAEU FTA diharapkan memperluas akses perdagangan Indonesia ke pasar EAEU yang berpenduduk sekitar 180 juta jiwa dengan nilai PDB gabungan yang disebutkan dalam pembahasan forum.

Pemerintah Indonesia juga menyatakan komitmen menindaklanjuti hasil Sidang Komisi Bersama ke-8 RI-Belarus Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi dan Teknik sebagai bagian dari penguatan kerja sama ekonomi bilateral.

Hadir dalam forum tersebut antara lain Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Sesmenko Perekonomian Susiwijono Mogiarso.