— PT Wiraraja Indonesia dan Polythene UK Ltd menandatangani perjanjian joint venture senilai sekitar 50 juta pound sterling atau setara Rp1,17 triliun di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London.

Kesepakatan yang diresmikan pada akhir Juni 2026 itu difokuskan pada pengembangan manufaktur berkelanjutan, termasuk investasi, transfer teknologi, dan penguatan industri bernilai tambah di Indonesia.

Hasil Kunjungan Bisnis ke Britania Raya

Penandatanganan JV ini merupakan puncak rangkaian kunjungan bisnis PT Wiraraja Indonesia ke Britania Raya yang dimulai sejak 23 Juni 2026. Kunjungan tersebut meliputi pertemuan dengan sejumlah pelaku industri manufaktur untuk menjajaki peluang kerja sama strategis di Indonesia.

Peran Fasilitator dan Tujuan Kerja Sama

Proses penjajakan hingga penandatanganan difasilitasi oleh KBRI London bersama Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) London serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. Fasilitasi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat arus investasi dan kemitraan ekonomi bilateral.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Britania Raya, Irlandia, dan IMO, Desra Percaya, menyatakan kerja sama tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan antara pelaku usaha kedua negara dan komitmen membangun kemitraan jangka panjang yang memberi nilai tambah bagi Indonesia dan Inggris.

“Kesepakatan ini juga menjadi salah satu wujud nyata dari UK–Indonesia New Strategic Partnership, yang memperkuat kerja sama bilateral di bidang ekonomi, perdagangan, dan investasi,”

Menurut Desra Percaya, kolaborasi sektor swasta dari kemitraan strategis ini diharapkan dapat mendorong penguatan rantai pasok industri, percepatan transfer teknologi, penciptaan lapangan kerja, serta pengembangan industri berkelanjutan di Indonesia.

KBRI London akan terus memfasilitasi kerja sama ekonomi dan kemitraan bisnis antara pelaku usaha Indonesia dan Britania Raya guna memperluas peluang investasi di sektor-sektor prioritas serta memperkuat hubungan ekonomi kedua negara secara berkelanjutan.