— PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mempercepat proyek revitalisasi Dermaga Gospier di Jawa Timur sebagai bagian dari kontribusinya pada infrastruktur energi nasional. Perusahaan menangani serangkaian pekerjaan mulai dari persiapan, perencanaan teknis, survei bawah laut, hingga pengujian akhir fasilitas.

Corporate Secretary WIKA, Ngatemin, mengatakan revitalisasi ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk menghadirkan “infrastruktur pelabuhan yang lebih andal, aman, dan berkelanjutan.” Ia berharap proyek mendukung kelancaran distribusi energi, memperkuat konektivitas logistik, serta memberi manfaat bagi pemilik proyek, masyarakat, dan pembangunan ekonomi Indonesia.

Hingga Mei 2026, progres proyek telah mencapai 55,77%. Pekerjaan yang telah diselesaikan meliputi pembangunan pelindung dermaga, pengerukan area perairan, dan pembangunan fasilitas pendukung seperti guard house dan panel room.

Saat ini fokus pekerjaan bergeser ke pembangunan akses dermaga, area sandar kapal, kepala dermaga, serta jalur penghubung menuju fasilitas utama.

Hambatan Lapangan

WIKA mengidentifikasi sejumlah tantangan dalam revitalisasi, antara lain kondisi dermaga eksisting yang perlu penguatan, pekerjaan konstruksi di area perairan, keterbatasan ruang kerja karena terminal tetap beroperasi, serta dinamika cuaca dan lingkungan laut.

Perusahaan juga mencatat perlunya penyesuaian metode kerja saat menemukan material atau hambatan di bawah dasar laut.

Strategi Percepatan Pengerjaan

Untuk mempercepat pengerjaan, WIKA menerapkan beberapa strategi seperti penambahan sumber daya, pengaturan jam kerja, percepatan proses perencanaan teknis, dan penguatan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

Perusahaan menekankan aspek mutu, keselamatan kerja, dan pengelolaan risiko secara konsisten di setiap tahapan pekerjaan.

WIKA juga mengimplementasikan inovasi untuk meningkatkan efektivitas di lapangan, termasuk metode pengujian pondasi untuk identifikasi kondisi bawah laut yang lebih akurat dan penggunaan material pelindung khusus pada pipa baja agar struktur dermaga lebih tahan terhadap lingkungan laut.