— JAKARTA — Terjadi transaksi saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (14/7/2026) dengan nilai signifikan.

Berdasarkan data per pukul 09.37 WIB, sebanyak 1.400.000 lot saham BBCA diperdagangkan di pasar negosiasi pada harga Rp 6.075 per saham, dengan frekuensi 1 kali. Total nilai transaksi mencapai Rp 850,5 miliar.

Sampai berita ini disusun, belum ada keterangan resmi mengenai transaksi tersebut atas saham berkode BBCA.

Pergerakan Di Pasar Reguler

Di pasar reguler, saham emiten yang terafiliasi Grup Djarum itu justru turun 0,80% ke Rp 6.200 per saham. Volume perdagangan tercatat 41,25 juta saham dengan frekuensi 7.867 kali dan nilai transaksi Rp 255,69 miliar.

Pada perdagangan Senin (13/7/2026), saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sempat naik 0,81% ke Rp 6.225. Namun, investor asing melakukan aksi jual besar.

Investor asing membukukan net sell di saham emiten terafiliasi Grup Djarum tersebut Rp 490,81 miliar.

Rekomendasi dan Analisis Teknikal

Phintraco Sekuritas memberikan rekomendasi trading buy untuk saham Bank Central Asia (BBCA). Menurut broker efek tersebut, saham BBCA konsolidasi di atas support area 6.100 membuka peluang rebound hingga bullish reversal.

“Jika mampu breakout resistance 6.400 menjadi konfirmasi bullish,” beber Phintraco dalam analisis teknikalnya, Selasa (14/7/2026).

Phintraco merekomendasikan titik masuk BBCA di kisaran 6.100-6.225 dengan stoploss di bawah 6.000. Target harga pertama ditetapkan di 6.700 dan target harga kedua di 7.000.