Marcus Rashford, penyerang Inggris yang saat ini sedang menjalani masa peminjaman di FC Barcelona dari Manchester United, hampir dipastikan tidak akan menetap secara permanen di klub Catalan tersebut musim depan. Performa yang menurun tajam serta beban gaji yang tinggi menjadi alasan utama manajemen Barcelona membatalkan niat mereka untuk menebus pemain tersebut secara penuh.

Di tengah ketidakpastian masa depan di Spanyol, Tottenham Hotspur muncul sebagai peminat serius yang mempertimbangkan untuk memboyong Rashford kembali ke Premier League pada bursa transfer musim panas mendatang. Namun, langkah kepindahan ini sangat bergantung pada kemampuan Spurs untuk tetap bertahan di kasta tertinggi Liga Inggris, mengingat posisi mereka yang saat ini terancam degradasi.

Baca Juga: Marcus Rashford Kecam Keputusan Wasit Usai Barcelona Tersingkir dari Liga Champions

Situasi Rashford di Spotify Camp Nou berubah drastis setelah sempat menunjukkan harapan pada awal musim, di mana ia berhasil mencatatkan sepuluh gol hingga bulan Januari. Namun, kontribusinya merosot tajam sejak saat itu, yang memicu keraguan besar dari jajaran manajemen dan staf pelatih klub terkait keberlanjutan kariernya di Spanyol.

Penurunan Performa dan Perubahan Rencana Barcelona

Meskipun sempat menjadi bagian penting di paruh pertama musim, Rashford gagal mempertahankan konsistensinya dan hanya mampu mencetak dua gol tambahan sejak awal tahun ini. Kegagalannya untuk tampil maksimal saat diberikan kesempatan menggantikan Raphinha yang cedera menjadi titik balik bagi penilaian Hansi Flick terhadap kontribusi sang pemain di lapangan.

Baca Juga: John Heitinga Gantikan Posisi Asisten Manajer Tottenham Hotspur Usai Dipecat Ajax

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Barcelona awalnya berniat untuk mengaktifkan opsi pembelian permanen senilai €30 juta, namun rencana tersebut kini telah ditinggalkan sepenuhnya. Klub asal Catalan itu lebih memilih untuk memprioritaskan penguatan di posisi penyerang tengah dan bek tengah sisi kiri, serta menganggap investasi pada Rashford tidak lagi sejalan dengan kebutuhan finansial klub.

Keputusan Hansi Flick untuk lebih memilih memainkan pemain muda seperti Fermin Lopez dan Gavi di posisi sayap kiri, meskipun Rashford tersedia, mengirimkan pesan yang jelas mengenai statusnya di tim. Dengan menit bermain yang semakin terbatas, Rashford diprediksi akan segera kembali ke Old Trafford begitu masa peminjamannya berakhir pada bulan Juni mendatang.

Ketertarikan Tottenham dan Kebijakan Manchester United

Manchester United sebagai klub pemilik dikabarkan lebih condong untuk melepas Rashford melalui skema transfer permanen daripada meminjamkannya kembali ke klub lain. Setelah sebelumnya sempat meminjamkan sang pemain ke Aston Villa dan kemudian ke Barcelona, Setan Merah ingin segera menuntaskan status kepemilikan Rashford guna menata ulang skuat mereka.

Tottenham Hotspur melihat peluang ini untuk memperkuat lini serang mereka, asalkan klub London Utara tersebut berhasil keluar dari zona degradasi di akhir musim Premier League. Spurs berencana melakukan perombakan besar-besaran dan menjadikan Rashford sebagai salah satu pilar utama dalam proyek pembangunan kembali tim mereka di bawah asuhan manajemen baru.

Selain Rashford, Tottenham juga dilaporkan tengah membidik Marcos Senesi dari AFC Bournemouth yang sebelumnya juga sempat menjadi target Barcelona di bursa transfer. Kepastian langkah Spurs dalam bursa transfer musim panas nanti akan sangat ditentukan oleh hasil akhir perjuangan mereka untuk tetap bertahan di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Inggris.