Sepakbola

Marcus Rashford Kecam Keputusan Wasit Usai Barcelona Tersingkir dari Liga Champions

Iklan

Barcelona secara resmi mengajukan komplain kepada UEFA menyusul tersingkirnya mereka dari kompetisi Liga Champions setelah dikalahkan oleh Atletico Madrid. Langkah ini diambil setelah Marcus Rashford menyatakan rasa frustrasinya terhadap kepemimpinan wasit selama dua leg pertandingan babak perempat final tersebut.

Klub asal Spanyol tersebut tereliminasi dengan agregat 3-2 setelah menjalani laga yang penuh drama dan keputusan kontroversial. Fokus utama pasca-pertandingan tertuju pada penilaian bahwa Barcelona dirugikan oleh serangkaian keputusan pengadil lapangan yang memengaruhi hasil akhir pertandingan.

Berdasarkan informasi yang dipublikasikan, Barcelona saat ini tengah mempersiapkan dokumen aduan lebih lanjut meski protes awal mereka sempat menemui jalan buntu. Pihak manajemen klub merasa perlu mengambil tindakan tegas demi merespons ketidakpuasan yang dirasakan oleh seluruh elemen tim di lapangan.

Aduan Resmi Barcelona dan Kritik Pedas Marcus Rashford

Marcus Rashford menjadi salah satu sosok yang paling vokal dalam mengkritik kinerja perangkat pertandingan, terutama pada leg pertama di mana ia meyakini timnya ditolak untuk mendapatkan penalti yang jelas serta potensi kartu merah bagi lawan. Pemain berusia 28 tahun tersebut menegaskan bahwa keputusan penalti tersebut merupakan hal yang seharusnya mudah diputuskan oleh wasit.

“Akal sehat menunjukkan bahwa seharusnya itu diberikan,” ujar Marcus Rashford seperti dikutip dari centredevils.

Frustrasi ini tidak hanya dirasakan oleh Rashford, melainkan meluas ke seluruh skuad Barcelona yang merasa bingung dengan momen-momen kunci di kedua pertandingan. Raphinha bahkan secara terang-terangan melontarkan tuduhan serius terhadap integritas jalannya laga.

Iklan

“Barcelona dirampok di kedua leg,” klaim Raphinha yang menggarisbawahi kemarahan besar di dalam ruang ganti pemain.

Sikap Tegas Joan Laporta dan Ketidakpastian Kontrak Rashford

Meskipun Barcelona bersikeras melakukan protes, UEFA dilaporkan telah memberikan tanggapan awal dengan menyatakan bahwa pengaduan tersebut tidak dapat diterima. Namun, hal ini tidak menyurutkan langkah Presiden Barcelona, Joan Laporta, untuk terus menyuarakan ketidakpuasannya terhadap standar kepemimpinan wasit di kasta tertinggi Eropa tersebut.

“Aspek-aspek dari kepemimpinan wasit sangat memalukan,” tegas Joan Laporta mengacu pada jalannya pertandingan yang berujung pada tersingkirnya Barcelona.

Di luar masalah hukum dengan UEFA, situasi Marcus Rashford juga menjadi perbincangan hangat karena masa depannya yang masih tidak pasti setelah Barcelona dikabarkan melewatkan tenggat waktu penting untuk memproses opsi pembelian permanen sebesar €30 juta dari Manchester United. Rashford sebelumnya bergabung dengan status pinjaman, namun kegagalan administrasi ini menimbulkan keraguan besar apakah ia akan tetap di Camp Nou musim depan.

Pada pertandingan leg kedua, Barcelona sebenarnya sempat memberikan perlawanan melalui Lamine Yamal dan Ferran Torres yang menyamakan kedudukan agregat, namun Atletico Madrid kembali mengambil kendali melalui Ademola Lookman. Situasi diperparah bagi Barcelona setelah Eric Garcia menerima kartu merah di menit-menit akhir pertandingan, yang semakin menutup peluang mereka untuk membalikkan keadaan.

Iklan

Jangan ketinggalan informasi dan berita terbaru dari Detak.Media. Follow kami di Google News!

Penulis: Yusril FahmiEditor: Yusril Fahmi