Detak.media — JAKARTA, – Danantara Indonesia memberikan panduan strategis bagi Telkom Enterprise, segmen bisnis PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang berfokus pada solusi digital, teknologi informasi, dan konektivitas terintegrasi. Arahan ini menekankan peran Telkom Enterprise sebagai integrator bisnis utama.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa Telkom Enterprise harus mampu menyatukan seluruh kapabilitas bisnis perseroan. Sinergi antar lini usaha menjadi kunci agar setiap unit tidak beroperasi secara terpisah dan dapat menghadirkan solusi yang lebih terintegrasi kepada pelanggan.
“Kita punya banyak bisnis, kalau tidak ada integratornya, mereka jalan sendiri-sendiri. Telkom jadi satu holding enterprise bisnis ini yang perlu, karena ini integratornya,” ujar Dony dalam pertemuan dengan Direktur Enterprise & Business Service PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Veranita Yosephine, Jumat (17/7).
Pertemuan tersebut membahas langkah transformasi Telkom Enterprise yang akan dilakukan melalui penyempurnaan desain organisasi, penguatan tata kelola, dan pembenahan model akuntansi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing Telkom Enterprise serta membuka peluang pertumbuhan bisnis yang lebih agresif seiring meningkatnya kebutuhan solusi digital bagi dunia usaha.
Dony menekankan pentingnya memanfaatkan momentum transformasi ini untuk membangun organisasi yang lebih kokoh dan siap menghadapi tantangan masa depan. “Mulai membangun organisasi dengan benar. Ini kesempatan kita buat ngerapihin semuanya dan masuk ke fase yang baru,” imbuhnya.
Direktur Enterprise & Business Service PT Telkom Indonesia Tbk, Veranita Yosephine, mengungkapkan bahwa saat ini Telkom Enterprise mencatatkan pendapatan sekitar Rp19 triliun. Meskipun pertumbuhan pendapatan masih menghadapi tantangan, Veranita melihat potensi peningkatan kinerja yang sangat besar jika transformasi berjalan konsisten.
“Pendapatan saat ini Rp19 triliun, growth memang masih minus. Tapi, kalau dibangun dengan benar, kita yakin bisa tembus pertumbuhan 25% sampai 30%. Global player saja bisa, masa negara dengan populasi dan GDP terbesar keempat di dunia tidak bisa?” pikirnya.
Melalui arahan Danantara, transformasi Telkom Enterprise akan fokus pada peningkatan efektivitas organisasi, pemanfaatan talenta muda Indonesia di bidang teknologi informasi, serta penguatan tata kelola perusahaan. Harapannya, upaya ini dapat menjadikan Telkom Enterprise sebagai fondasi penting dalam memperkuat posisi perseroan sebagai pemimpin penyedia solusi digital nasional.
Ikuti Detak.media
