— Harga ponsel flagship generasi berikutnya dari Samsung disebut-sebut berpotensi naik. Laporan terbaru mengindikasikan bahwa Samsung Galaxy S27 Ultra bisa dibanderol lebih mahal dibanding pendahulunya, Samsung Galaxy S26 Ultra, dan pemicunya diduga berasal dari lonjakan biaya chipset terbaru milik Qualcomm.

Informasi ini mencuat setelah tipster Abhishek Yadav menyebut bahwa prosesor flagship baru Qualcomm, Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro, diperkirakan memiliki harga produksi lebih dari US$300 per unit atau sekitar Rp4,8 jutaan (kurs Rp16.000/US$). Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding generasi saat ini.

Sebagai perbandingan, chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang digunakan di lini flagship sekarang dilaporkan berada di kisaran US$240–US$280 atau sekitar Rp3,8–4,4 jutaan per unit.

Bukan Sekadar 200MP, Samsung Galaxy S27 Ultra Dirumorkan Bawa Kembali Aperture Ganda ala Galaxy S9

Biaya Produksi Naik, Harga Jual Terancam Ikut Terkerek

Kenaikan harga chipset secara langsung memengaruhi struktur biaya produksi ponsel. Dalam satu unit smartphone flagship, komponen SoC (System on Chip) adalah salah satu bagian termahal, di samping layar dan modul kamera.

Jika Samsung benar-benar mengadopsi Snapdragon terbaru tersebut untuk Galaxy S27 Ultra, perusahaan dihadapkan pada dua pilihan: mempertahankan harga jual dengan margin keuntungan yang lebih tipis, atau menaikkan harga perangkat di pasar.

Sejumlah pengamat industri menilai opsi kedua lebih realistis, mengingat tren kenaikan harga komponen dalam beberapa tahun terakhir, termasuk memori, sensor kamera, hingga teknologi layar.

Chipset Lebih Mahal Karena Teknologi Lebih Canggih

Kenaikan harga prosesor bukan tanpa alasan. Qualcomm disebut akan menggunakan teknologi fabrikasi yang lebih mutakhir untuk Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro, yang menjanjikan:

  • Peningkatan performa CPU dan GPU signifikan
  • Efisiensi daya lebih baik untuk daya tahan baterai
  • Kemampuan AI on-device yang lebih kuat
  • Dukungan fitur kamera komputasional generasi baru

Teknologi manufaktur yang lebih maju biasanya berarti biaya wafer yang lebih mahal di pabrik semikonduktor, yang kemudian berdampak langsung pada harga jual chipset.

Konsumen Bisa Terbagi: Mahal, tapi Lebih Canggih

Sebagai ponsel premium, Galaxy S26 Ultra saja sudah dipasarkan di kisaran harga tinggi saat peluncuran. Jika Galaxy S27 Ultra kembali mengalami kenaikan harga, sebagian calon pembeli mungkin akan berpikir dua kali.

Namun di sisi lain, pengguna kelas flagship umumnya mencari inovasi terbaru. Jika peningkatan performa, kamera, dan fitur AI terasa signifikan, kenaikan harga bisa saja tetap diterima pasar.

Samsung Galaxy S27 Ultra Disebut Pangkas Kamera, Fokus ke Efisiensi dan Kualitas Sensor

Hingga saat ini, Samsung maupun Qualcomm belum memberikan konfirmasi resmi terkait harga chipset maupun rencana penggunaan SoC tersebut di Galaxy S27 Ultra. Informasi lebih lanjut kemungkinan baru akan terungkap mendekati jadwal peluncuran resminya.