Detak.Media — Rumor awal mengenai penerus lini flagship Samsung kembali mencuat. Kali ini, sorotan tertuju pada Samsung Galaxy S27 Ultra yang disebut-sebut tak hanya mengandalkan sensor kamera 200 megapiksel, tetapi juga menghidupkan kembali fitur kamera legendaris yang pernah hadir di Samsung Galaxy S9: aperture ganda (variable aperture).
Jika kabar ini akurat, langkah tersebut bisa menjadi strategi menarik Samsung—memadukan nostalgia teknologi lama yang terbukti fungsional dengan sensor resolusi tinggi generasi baru. Meski begitu, seluruh informasi ini masih berada pada tahap rumor dan belum mendapat konfirmasi resmi dari Samsung.
Rumor Spesifikasi: 200MP dan Kembalinya Aperture Variabel
Sejumlah pembocor spesifikasi di komunitas teknologi menyebut Galaxy S27 Ultra akan tetap mempertahankan kamera utama 200MP, melanjutkan identitas kamera resolusi tinggi yang sudah lebih dulu diperkenalkan pada Samsung Galaxy S23 Ultra dan diteruskan di Samsung Galaxy S24 Ultra.
Yang membuat rumor ini jauh lebih menarik adalah indikasi kembalinya teknologi aperture variabel. Pada Galaxy S9, Samsung memungkinkan kamera berpindah secara mekanis antara bukaan f/1.5 dan f/2.4. Bukaan f/1.5 dimanfaatkan saat kondisi minim cahaya untuk menangkap lebih banyak cahaya, sementara f/2.4 digunakan saat kondisi terang agar hasil foto lebih tajam dan detail.
Teknologi ini berbeda dari pendekatan ponsel modern yang mengandalkan komputasi fotografi, multi-frame processing, atau kombinasi beberapa lensa dengan aperture tetap. Aperture variabel memberikan kontrol optik langsung di tingkat lensa—sesuatu yang kini jarang ditemui di smartphone.
Mengapa Fitur Ini Pernah Dihilangkan?
Samsung menghentikan penggunaan aperture variabel setelah era Samsung Galaxy S10. Sejak saat itu, pabrikan lebih mengandalkan peningkatan sensor, AI imaging, dan pemrosesan software untuk mengatasi keterbatasan cahaya dan depth of field.
Alasannya diduga karena mekanisme aperture fisik menambah kompleksitas desain, biaya produksi, serta ruang internal perangkat. Selain itu, kemajuan fotografi komputasional membuat banyak produsen merasa fitur tersebut tak lagi esensial.
Namun, jika benar Samsung mempertimbangkan menghidupkannya kembali di S27 Ultra, hal ini mengindikasikan adanya evaluasi ulang bahwa kombinasi antara kontrol optik nyata dan pemrosesan AI modern bisa menghasilkan kualitas foto yang lebih fleksibel dan presisi.
Potensi Dampak pada Fotografi Seluler
Kembalinya aperture ganda pada sensor 200MP berpotensi memberikan fleksibilitas yang belum pernah ada sebelumnya di lini Galaxy. Pengguna bisa mendapatkan:
- Performa low-light yang lebih alami tanpa terlalu bergantung pada night mode
- Ketajaman optimal di kondisi terang tanpa overexposure
- Kontrol depth of field yang lebih realistis dibanding efek bokeh digital
- Fleksibilitas fotografi yang lebih mendekati kamera profesional
Jika benar diterapkan, ini bisa menjadi diferensiasi besar di tengah tren kamera smartphone yang saat ini cenderung mengandalkan software dibanding mekanisme optik.
Masih Jauh dari Peluncuran Resmi
Perlu dicatat, Galaxy S27 Ultra diperkirakan baru meluncur pada awal 2027 mengikuti pola rilis tahunan seri Galaxy S. Artinya, masih ada waktu panjang bagi Samsung untuk mengubah arah desain, spesifikasi, maupun strategi fitur.
Sejauh ini belum ada bocoran terkait desain, chipset, maupun harga. Samsung sendiri juga belum memberikan pernyataan apa pun mengenai rumor ini.
Meski demikian, arah rumor ini memberi gambaran menarik: Samsung kemungkinan tidak hanya berfokus pada peningkatan angka megapiksel, tetapi juga mempertimbangkan kembali pendekatan optik klasik yang pernah menjadi keunggulan mereka di masa lalu.
Ikuti Detak.Media
