Detak.media — Komitmen PT Nindya Karya dalam mendukung pemerataan akses pendidikan nasional mulai dirasakan masyarakat. Seiring dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara serentak, sekolah rakyat yang dibangun oleh Nindya Karya telah siap difungsikan menyambut peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027.
Gedung-gedung yang sebelumnya dalam tahap konstruksi kini telah berubah menjadi ruang belajar yang siap mendukung proses pendidikan bagi generasi penerus bangsa. Penyelesaian proyek Sekolah Rakyat Tahap II yang dikerjakan Nindya Karya tersebar di 20 wilayah pada empat provinsi: Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Jawa Timur, dan Maluku.
Daftar wilayah penerima fasilitas meliputi Kabupaten Bone, Kabupaten Sinjai, Kota Makassar, Kabupaten Takalar, Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kota Padang Sidempuan, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Malang, Kota Blitar, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi, Kota Tual, serta Kabupaten Maluku Tengah.
Persebaran pembangunan ini mencerminkan komitmen Nindya Karya dalam menghadirkan infrastruktur pendidikan yang merata, termasuk menjangkau kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), sehingga semakin banyak anak Indonesia memperoleh akses terhadap fasilitas pendidikan yang layak.
Kawasan pendidikan yang dibangun dilengkapi berbagai fasilitas, antara lain gedung sekolah dari jenjang SD, SMP, hingga SMA, rumah susun guru, asrama siswa, kantin, masjid, gedung ibadah, hingga gedung serbaguna.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan, pembangunan sekolah rakyat merupakan salah satu wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui penyediaan infrastruktur pendidikan yang merata.
“Pembangunan sekolah rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul serta mendukung pemerataan akses Pendidikan,” jelas dia, Selasa (14/7/2026).
Direktur Utama Nindya Karya Firmansyah menekanka, dimulainya kegiatan MPLS menjadi momen penting yang menunjukkan bahwa hasil pembangunan telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Dimulainya kegiatan MPLS menjadi bukti bahwa hasil pembangunan yang dikerjakan Nindya Karya sudah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Keberhasilan proyek ini bukan hanya diukur dari rampungnya konstruksi, tetapi dari manfaat yang terus dirasakan oleh generasi penerus bangsa,” papar dia.
Ikuti Detak.media
