Detak.media — JAKARTA — PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) melalui anak usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) atau SBI, merampingkan struktur usaha dengan membubarkan dan melikuidasi PT Solusi Bangun Nusantara (SBN), yang merupakan bagian dari kelompok usaha SBI.
Pembubaran dan likuidasi SBN merupakan tindak lanjut proyek penataan (streamlining) yang dijalankan oleh SMGR sebagai pemegang saham mayoritas SBI dan pemegang saham tidak langsung SBN.
Sekretaris Perusahaan SBI Andika Lukmana menyampaikan SBN telah menandatangani keputusan sirkuler pemegang saham mengenai pembubaran dan penunjukan likuidator pada Senin (13/7/2026).
Keputusan sirkuler itu secara rinci mencakup persetujuan atas pembubaran beserta likuidasi SBN terhitung sejak tanggal keputusan tersebut. Keputusan itu juga menyepakati penunjukan Dudi Pramedi sebagai likuidator untuk melakukan semua tindakan sehubungan dengan pembubaran SBN sesuai ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Tidak terdapat dampak pada kegiatan operasional, hukum, keuangan dan kelangsungan usaha perseroan,” tegas Andika dalam penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (13/7/2026).
Konsolidasikan 240 BUMN
Sebelumnya, Badan Pengaturan (BP) BUMN melaporkan telah mengonsolidasikan sekitar 240 entitas BUMN hingga Juli 2026 sebagai bagian dari upaya membangun struktur perusahaan yang lebih efisien dan sehat, sekaligus menciptakan nilai tambah lebih besar bagi perekonomian nasional.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, saat memimpin rapat internal membahas perkembangan merger pengelolaan aset BUMN, Kamis (2/7/2026), menyatakan proses integrasi aset berjalan sesuai rencana dan bertujuan memperkuat efektivitas pengelolaan portofolio perusahaan negara secara menyeluruh.
Rapat membahas progres integrasi pengelolaan aset agar lebih efisien, terkoordinasi, dan mampu mengoptimalkan pemanfaatan aset BUMN secara berkelanjutan. Melalui pengelolaan yang semakin terintegrasi, Dony berharap aset BUMN dapat dimanfaatkan lebih produktif, memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendorong terciptanya nilai ekonomi yang lebih besar bagi negara.
“Kami ingin setiap aset BUMN dikelola sebagai satu kekuatan besar, bukan berjalan sendiri-sendiri. Kalau pengelolaannya makin terintegrasi, manfaatnya juga akan jauh lebih besar, baik untuk negara, dunia usaha, maupun masyarakat,” ujar Dony dalam keterangan resminya.
BP BUMN bersama Danantara akan terus mendorong konsolidasi dan optimalisasi pengelolaan aset sebagai bagian dari transformasi BUMN yang berkelanjutan. Melalui pengelolaan aset yang semakin terintegrasi, BUMN diharapkan menjadi lebih efisien, memiliki daya saing yang lebih kuat, serta mampu menciptakan nilai tambah berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Ikuti Detak.media
