Detak.media — Nilai tukar rupiah (IDR) melanjutkan penguatan terhadap dolar AS (USD) pada pembukaan perdagangan Rabu, 15 Juli 2026.
Pembukaan pasar spot pada pukul 09.05 WIB mencatat rupiah menguat 24 poin atau 0,13% ke level Rp 18.067 per dolar AS. Sebelumnya pada Selasa, 14 Juli 2026, rupiah ditutup menguat 18 poin atau 0,10% ke Rp 18.091 per dolar AS.
Pengaruh Pelemahan Dolar
Pergerakan rupiah mengikuti pelemahan dolar AS terhadap mata uang utama lainnya setelah data inflasi AS untuk bulan Juni yang lebih rendah dari perkiraan meredam ekspektasi pengetatan kebijakan moneter Federal Reserve.
Para analis memperkirakan pelonggaran pasar tersebut bersifat sementara karena konflik AS-Iran menyebabkan lonjakan harga energi global dan menjaga prospek kenaikan suku bunga pada akhir 2026.
Pergerakan Mata Uang Lain
Indeks dolar terakhir tercatat turun 0,35% menjadi 100,91 setelah pernyataan pertama Ketua The Fed Kevin Warsh kepada Kongres AS.
Mata uang utama lain juga bergerak menguat terhadap dolar: euro naik 0,38% menjadi US$ 1,1424 per dolar AS, sementara poundsterling Inggris meningkat 0,27% menjadi US$ 1,3382 per dolar AS.
Yen Jepang naik 0,15% menjadi 162,17 per dolar AS pada hari Selasa, kembali mendekati level terendah dalam 40 tahun dan menimbulkan kewaspadaan pasar terhadap kemungkinan intervensi pembelian resmi dari Tokyo.
Ikuti Detak.media
