— PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) telah merealisasikan penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) senilai Rp57,74 miliar atau sekitar 58% dari total dana bersih Rp100,23 miliar hingga 30 Juni 2026.

Penggunaan dana tersebut seluruhnya sesuai rencana dalam prospektus, diprioritaskan untuk mendukung pengadaan persediaan melalui entitas anak, PT Realfood Winta Asia, dan dilakukan bertahap mengikuti kebutuhan operasional serta tahapan implementasi sampai 2027.

Direktur Utama RLCO Edwin Pranata mengatakan perseroan mengelola dana IPO sebagai bagian dari tanggung jawab kepada investor.

“Kami berkomitmen mengelola dana hasil IPO secara disiplin, efektif, dan bertanggung jawab. Setiap realisasi penggunaan dana dilakukan berdasarkan roadmap bisnis yang telah ditetapkan hingga tahun 2027 sehingga dapat mendukung kebutuhan operasional perseroan sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham,” ujar Edwin.

Hingga akhir Juni 2026, RLCO masih menyisakan dana hasil IPO sebesar Rp42,49 miliar dari total dana bersih yang diperoleh. Sisa dana ini ditempatkan pada rekening giro perseroan untuk menjaga likuiditas dan akan direalisasikan sesuai target waktu penggunaan dana hingga 2027.

Direktur RLCO Dwiadi Prastian Hadi menegaskan realisasi penggunaan dana pada semester pertama 2026 berjalan sesuai alokasi awal.

“Realisasi penggunaan dana hasil IPO hingga periode pelaporan masih berada dalam jalur yang telah direncanakan. Sisa dana tetap ditempatkan pada rekening giro Perseroan untuk menjaga fleksibilitas dan likuiditas sehingga siap digunakan sesuai tahapan implementasi. Hingga saat ini tidak terdapat perubahan maupun deviasi terhadap rencana penggunaan dana sebagaimana tercantum dalam prospektus,” jelasnya.

Laporan Kepatuhan dan Tujuan Penggunaan Dana

Perseroan secara berkala menyampaikan Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai bentuk kepatuhan terhadap ketentuan pasar modal serta implementasi prinsip keterbukaan informasi dan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG).

Sejalan dengan roadmap bisnis hingga 2027, RLCO menyatakan akan terus mengoptimalkan pemanfaatan dana IPO untuk memperkuat operasional, menjaga ketersediaan bahan baku, dan mendukung pertumbuhan usaha berkelanjutan demi memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.