— Beragam peristiwa ekonomi terekam sepanjang Rabu, 1 Juli 2026. Sorotan utama meliputi defisit neraca perdagangan pertama dalam enam tahun, kenaikan inflasi tahunan, serta peringatan dari lembaga pemeringkat internasional.

Selain itu, indikator manufaktur mencatat kontraksi dan pemerintah mengakui pengemudi ojek online roda dua sebagai pelaku usaha mikro resmi per 1 Juli 2026.

Neraca Perdagangan Catat Defisit

Neraca perdagangan mengalami defisit sebesar US$1,61 miliar pada Mei 2026, mencatatkan surplus yang terputus setelah 72 bulan berturut-turut. Perubahan posisi itu tercermin dari kinerja ekspor dan impor bulan tersebut.

Ekspor Mei 2026 tercatat US$23,2 miliar, turun 5,73% secara tahunan. Sementara itu, impor mencapai US$24,81 miliar atau naik 22,16% secara tahunan. Kondisi perdagangan komoditas migas disebut berkontribusi pada defisit ini.

Inflasi Tahunan Naik jadi 3,34%

Badan Pusat Statistik melaporkan inflasi tahunan sebesar 3,34% pada Juni 2026, meningkat dari 3,08% pada bulan sebelumnya. Target inflasi tahunan berada di kisaran 2,5% ± 1%.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi tahunan dengan laju 4,67% dan andil 1,36% pada Juni 2026. Komoditas berkontribusi besar antara lain ikan segar, beras, minyak goreng, cabai merah, daging ayam ras, cabai rawit, sigaret kretek mesin, dan bawang merah.

PMI Manufaktur Turun ke Zona Kontraksi

Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia berbasis laporan S&P Global turun ke 46,9 pada Juni 2026, bergerak ke zona kontraksi dari posisi 50,0 pada Mei.

Laporan menyebut kontraksi dipengaruhi pelemahan permintaan dan lonjakan biaya produksi. Inflasi harga input tercatat sebagai yang tertinggi kedua sepanjang survei sejak 2011, terdorong kenaikan harga bahan baku dan pelemahan nilai tukar.

Perusahaan dilaporkan merespons dengan mengurangi pembelian bahan baku, memotong tenaga kerja, dan memangkas produksi karena melemahnya pesanan baru.

Fitch Beri Peringatan

Fitch Ratings pada 1 Juli 2026 menyampaikan pandangan mengenai kerentanan kondisi makroekonomi Indonesia. Indikator yang disorot meliputi pelemahan rupiah, penurunan cadangan devisa, dan arus modal keluar yang besar.

Lembaga pemeringkat memperingatkan bahwa tekanan berkepanjangan dapat meningkatkan utang dan biaya pinjaman pemerintah serta memperbesar risiko penurunan peringkat utang (sovereign rating). Pada Maret 2026, peringkat masih pada level BBB dengan prospek direvisi menjadi negatif.

Ojol Diakui Sebagai Pelaku Usaha Mikro

Pemerintah menetapkan pengemudi ojek online roda dua sebagai pengusaha mikro transportasi online efektif 1 Juli 2026. Status ini memberi hak atas program perlindungan, pemberdayaan, dan fasilitas yang ditujukan bagi usaha mikro.

Paket pemberdayaan yang disiapkan meliputi akses pembiayaan usaha, peningkatan kapasitas dan kompetensi kewirausahaan, serta pendampingan untuk mengembangkan usaha di luar aktivitas mitra transportasi daring.