Detak Media — Jakarta — Sebuah video akad nikah yang dipimpin penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, menjadi viral setelah memperlihatkan penghulu itu berbicara menggunakan tiga bahasa dalam satu prosesi.
Peristiwa tersebut berlangsung pada 4 Juli 2026 dan menampilkan penghulu Muhammad Zidni Ilmi yang menyapa tamu serta menjelaskan tata cara pernikahan memakai bahasa Korea, Indonesia, dan Inggris.
Dalam cuplikan yang beredar di media sosial, Zidni membuka sambutan dengan bahasa Korea, “Annyeonghaseyo yeroebun. Jeon Achimimnida Indonesa-E osin geoseul. Jinsimeuro hwanyeonghamnida,” kemudian memperkenalkan dirinya sebagai penghulu dari KUA Setiabudi.
Zidni menggunakan bahasa Korea untuk menyapa dan memberi penghormatan kepada keluarga mempelai pria yang datang langsung dari Korea Selatan. Ia juga memakai bahasa Indonesia dan Inggris saat mengajak tamu mendoakan jalannya prosesi.
Inisiatif dan Pengalaman Memakai Bahasa Asing
Zidni mengatakan penggunaan salam dan ucapan dalam bahasa Korea merupakan inisiatif pribadinya. Menurutnya, permintaan pasangan pengantin hanya mencakup penggunaan bahasa Indonesia dan sedikit bahasa Inggris karena salah satu pihak merupakan warga negara asing yang bilingual.
“Permintaan mempelai hanya Indonesia dan sedikit Inggris karena WNA bilingual, adapun bahasa Korea murni inisiatif untuk menyapa, penghormatan dan penyambutan keluarga mempelai pria karena memang hadir dari Korea langsung,” ujar Zidni saat dihubungi.
Ia menambahkan tujuan penggunaan bahasa asing selain untuk penyambutan juga sebagai cara memperkenalkan bagaimana prosesi pernikahan sesuai syariat dan ketentuan negara secara umum dilakukan.
Zidni menyebut bukan kali pertama ia memakai bahasa asing dalam memimpin akad. Selain bahasa Korea, ia pernah menggunakan bahasa Arab, Inggris, sedikit Jerman, Swahili (Tanzania), dan Prancis. Ia juga kerap menyelipkan pantun atau bahasa daerah seperti Betawi, Jawa, Batak, Melayu, dan Aceh.
Penghulu itu menjelaskan pengalaman menggunakan bahasa asing lebih sering terjadi sejak bertugas di Setiabudi karena banyak permohonan nikah yang mempertemukan warga negara Indonesia dengan warga negara asing. Sebelumnya, ia bertugas sebagai penghulu di Kalideres, Jakarta Barat.
Perpaduan bahasa dalam prosesi akad yang dipimpin Zidni menarik perhatian pengguna media sosial dan memicu viralitas video tersebut.
Ikuti Detak Media
