Detak.media — PT Remala Abadi Tbk (DATA) menyatakan terjadi perubahan susunan pemegang saham setelah serangkaian transaksi yang diteken pada 13 Juli 2026.
“Perseroan dengan ini memberitahukan adanya perubahan susunan pemegang saham perseroan,” kata Direktur Utama Remala Abadi, Agus Setiono, dalam keterbukaan informasi pada Selasa (14/7/2026).
Agus menjelaskan perubahan itu merujuk pada laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan para pihak berupa Verah Wahyudi Singgih, PT Iforte Solusi Infotek (iForte), dan PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) pada 13 Juli 2026.
Pada tanggal tersebut, Verah dan iForte bertindak sebagai penjual, sementara Protelindo bertindak sebagai pembeli dan menandatangani perjanjian jual beli saham.
Perjanjian antara Verah dan Protelindo mencakup 151.250.000 saham atau 11% saham Remala Abadi (DATA). Sedangkan perjanjian antara iForte dan Protelindo mencakup 550.000.900 saham atau 40% saham DATA. iForte menjual seluruh kepemilikannya kepada induk usahanya, Protelindo.
Setelah transaksi selesai, susunan kepemilikan berubah menjadi: Protelindo menguasai 51% saham DATA, Verah Wahyudi Singgih memegang 29%, dan masyarakat 20%. Sebelum transaksi ini, Protelindo tidak memiliki saham DATA secara langsung.
Harga jual saham antara Verah dan Protelindo ditetapkan Rp 1.091 per saham, sedangkan antara iForte dan Protelindo sebesar Rp 974 per saham. Total dana yang dikeluarkan Protelindo untuk akuisisi ini sekitar Rp 700 miliar.
Agus menegaskan perubahan susunan pemegang saham tersebut tidak menyebabkan perubahan pengendalian sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka, karena Remala Abadi tetap dikendalikan oleh PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melalui anak usahanya, Protelindo. Semua pihak terkait merupakan entitas Grup Djarum.
Dokumen perusahaan mencatat Protelindo merupakan pemegang 99% saham iForte. Sebagai pengendali baru Remala Abadi, iForte telah menyelesaikan penawaran tender wajib atas saham perseroan pada 11 Agustus 2025.
Perjanjian Pinjaman dan Jaminan
Selain pengumuman perubahan kepemilikan, Remala Abadi juga menyampaikan telah menandatangani perjanjian pinjaman dengan tiga bank. Protelindo memberikan jaminan atas seluruh kewajiban DATA terkait pinjaman tersebut.
Tiga bank yang terlibat adalah Bank SMBC Indonesia, Bank QNB Indonesia, dan Bank Permata.
Perjanjian dengan Bank SMBC Indonesia mencakup fasilitas pinjaman berjangka Rp 250 miliar dan fasilitas pinjaman berulang Rp 150 miliar.
Perjanjian dengan Bank QNB Indonesia untuk fasilitas pinjaman berjangka dan bergulir sebesar Rp 150 miliar.
Perjanjian dengan Bank Permata mencakup fasilitas pinjaman berulang Rp 100 miliar serta pinjaman berjangka Rp 500 miliar.
Ikuti Detak.media
