— Tokoh dunia keuangan Ray Dalio merekomendasikan emas sebagai bagian penting dari portofolio investasi, menyusul lonjakan utang pemerintah Amerika Serikat yang kini dilaporkan melebihi US$37 triliun.

Dalam rangkaian tulisan yang dipublikasikan pada 2025 lewat platform media sosial X, Dalio mengimbau investor untuk menilai kembali komposisi aset tradisional dan mempertimbangkan emas sebagai alat lindung nilai terhadap risiko moneter.

Dalio menyoroti keputusan pemeringkat Moody’s yang menurunkan peringkat utang pemerintah AS dari Aaa menjadi Aa1 pada Mei 2025. Menurutnya, pemeringkat kredit hanya menilai kemungkinan pemerintah gagal membayar utang, namun tidak memasukkan risiko bahwa negara berutang dapat mencetak uang untuk melunasi kewajiban, sehingga menyebabkan kerugian bagi pemegang obligasi akibat penurunan nilai.

“Anda harus tahu bahwa peringkat kredit meremehkan risiko kredit karena mereka hanya menilai risiko pemerintah tidak membayar utangnya. Mereka tidak memasukkan risiko yang lebih besar bahwa negara-negara yang berutang akan mencetak uang untuk membayar utang, sehingga menyebabkan pemegang obligasi mengalami kerugian akibat penurunan nilai yang dihadapi,”

Dalio menyebutkan emas secara historis cenderung mempertahankan nilai atau mengalami apresiasi pada periode seperti itu. Ia menegaskan keunggulan emas sebagai aset yang tidak menjadi kewajiban pihak lain, sehingga tidak menimbulkan risiko kontra-pihak yang umumnya terkait dengan instrumen berbunga.

Sebagai langkah praktis, Dalio merekomendasikan investor meninjau kembali alokasi portofolio tradisional 60% saham dan 40% obligasi. Ia menyarankan apabila harga emas turun ke level US$3.600 per troy ounce, investor dengan portofolio terdiversifikasi baik dapat mempertimbangkan alokasi emas sebesar 10%–15%.