— JAKARTA — Target harga emas Antam (ANTM) pada akhir 2026 masih terbuka untuk menguat, namun peluang menembus level Rp 3 juta per gram dinilai cukup berat.

Harga emas Antam tercatat melesat Rp 20.000 pada Rabu (15/7/2026) ke posisi Rp 2.635.000 per gram, menurut data dari laman Logam Mulia. Sepanjang 2026, harga emas Antam mencatat kenaikan 5,9%, berbanding terbalik dengan emas dunia yang year-to-date (ytd) turun 6,75%.

Perkiraan Analis

Pengamat pasar komoditas sekaligus Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memperkirakan harga emas Antam berpotensi berada di kisaran Rp 2,9 juta per gram pada akhir tahun.

“Kalau melihat kondisi saat ini, saya memperkirakan harga emas Antam bisa mencapai sekitar Rp 2,9 juta per gram hingga akhir 2026. Tetapi untuk menembus Rp 3 juta per gram saya rasa masih sangat berat,” ujar Ibrahim kepada Investor Daily, Rabu (15/7/2026).

Tekanan dan Penopang Harga

Menurut Ibrahim, pelemahan harga emas dunia dipicu oleh ekspektasi suku bunga tinggi Amerika Serikat (AS), yang membatasi ruang bagi kenaikan logam mulia. Namun, pelemahan nilai tukar rupiah diperkirakan menjadi penopang bagi harga emas Antam di pasar domestik sehingga koreksi harga lokal tidak sedalam harga emas global.

“Kalau dolar AS menguat, harga minyak naik, inflasi kembali meningkat, maka peluang kenaikan suku bunga akan semakin besar. Itu sebabnya harga emas dunia masih cenderung terkoreksi,” jelasnya.

[#pagebreak#]