— Investor asing melakukan aksi beli signifikan pada perdagangan saham sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (15/7/2026), dengan fokus pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Antam Tbk (ANTM).

Berdasarkan data yang dipublikasikan, investor asing tercatat melakukan transaksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 54,4 miliar pada sesi I hari itu.

Di antara saham yang mendapatkan perhatian asing, BMRI mencatat net buy senilai Rp 149,9 miliar jika dihitung berdasarkan harga rata-rata pada sesi I. Volumenya tercatat sebanyak 35,4 juta saham.

Aksi beli pada pasar reguler berlangsung seiring kenaikan harga saham BMRI. Hingga berita ini disusun, saham BMRI menguat 1,92% ke level Rp 4.240.

Pergerakan itu menyebabkan kinerja BMRI tercatat menguat 0,95% dalam sebulan terakhir, namun selama year to date (ytd) saham ini masih turun 16,8%.

Data IDX menunjukan sudah sebanyak 85,4 juta saham BMRI diperdagangkan pada sesi I, dengan frekuensi 17,7 ribu kali, dan nilai transaksi mencapai Rp 361,1 triliun.

Pergerakan hari ini berlawanan dengan perdagangan sebelumnya. Pada Selasa (14/7/2026), saham BMRI mengalami penjualan bersih asing (net sell) sebesar Rp 247,9 miliar.

Selain BMRI, saham ANTM juga mendapat aksi beli asing. Asing mencatatkan net buy saham ANTM senilai Rp 130,9 miliar berdasarkan harga rata-rata sesi I, dengan volume transaksi sebanyak 43,3 juta saham.

Aksi di pasar reguler itu terjadi bersamaan dengan lonjakan harga saham ANTM. Hingga penutupan sesi I, saham ANTM melesat 5,14% ke level Rp 3.070.

Pergerakan ANTM tercatat menguat 7,7% dalam sebulan terakhir dan mencatat kenaikan 1,32% sejak awal tahun (ytd).

Data perdagangan menunjukkan sebanyak 106 juta saham ANTM telah ditransaksikan dengan frekuensi 26,9 ribu kali, dan nilai transaksi mencapai Rp 320,5 miliar.

Pergerakan pembelian asing pada ANTM ini melanjutkan kecenderungan pada perdagangan Selasa (14/7/2026), ketika saham ANTM juga banyak dibeli asing dengan net buy mencapai Rp 39,3 miliar.