Detak Media — Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Belarus Alexander Lukashenko secara resmi meluncurkan Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia–Belarus 2026–2030 dalam pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026). Dokumen itu disiapkan sebagai kerangka kerja lima tahun untuk memperdalam hubungan kedua negara.
Peluncuran peta jalan menegaskan komitmen kedua pemerintah untuk menjajaki langkah-langkah kerja sama yang lebih terarah dan konkret di berbagai sektor strategis.
Fokus Utama Peta Jalan
Menurut Presiden Prabowo, peta jalan mencakup sektor ketahanan pangan, ekonomi, industri, dan pendidikan. “Hari ini kedua negara telah meluncurkan Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia-Belarus 2026–2030 yang akan menjadi kerangka bagi pengembangan hubungan bilateral selama lima tahun ke depan,” ujar Prabowo.
Prabowo menekankan komitmen pada penguatan kerja sama di bidang ketahanan pangan. “Peta jalan ini mencerminkan komitmen bersama untuk kerja sama yang lebih terarah dan konkret. Di bidang ketahanan pangan, kita bertekad untuk terus meningkatkan kerja sama,” tambahnya.
Pengembangan Ekonomi dan Teknologi Pertanian
Kedua kepala negara juga sepakat memperluas kemitraan ekonomi untuk mendukung agenda pembangunan nasional masing-masing. Prabowo menyebutkan sejumlah bidang prioritas, termasuk pertanian modern, pupuk, alat dan teknologi pertanian, serta alat berat.
“Indonesia dan Belarus memiliki potensi yang saling melengkapi untuk memperkuat kerja sama di bidang pertanian modern, pupuk, alat dan teknologi pertanian, serta alat berat. Di bidang ekonomi, kami sepakat untuk terus memperluas kemitraan yang mendukung agenda pembangunan nasional kedua negara. Ke depan, kerja sama akan difokuskan pada pengembangan industri, modernisasi pertanian, penguatan rantai pasok, serta kerja sama teknologi,” kata Prabowo Subianto.
Kunjungan Balasan dan Harapan Dampak Nyata
Sebagai bagian dari penguatan hubungan diplomatik, Prabowo berencana melakukan kunjungan balasan ke Belarus. Ia menyatakan optimisme bahwa kunjungan tersebut akan memperluas peluang kerja sama dan menghasilkan manfaat bagi kedua bangsa.
“Tentunya saya juga akan membalas kunjungan ini. Saya yakin momentum ini akan semakin memperkuat kemitraan Indonesia-Belarus dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan hasil nyata yang bermanfaat bagi kesejahteraan dan kemakmuran kedua rakyat kita,” ujar Prabowo.
Latar Belakang Hubungan Bilateral
Hubungan diplomatik Indonesia dan Belarus telah terjalin sejak dekade 1990-an. Meski jarak geografis memisahkan kedua negara, Belarus memiliki peranan penting bagi sektor agraris Indonesia, terutama sebagai produsen pupuk kalium (potasium) dan produsen alat berat serta mekanisasi pertanian.
Peluncuran peta jalan 2026–2030 dipandang sebagai momentum untuk memperkuat pasokan pupuk nasional dan mempercepat transfer teknologi mekanisasi pertanian guna meningkatkan produktivitas pangan dalam negeri.
Ikuti Detak Media
